nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Karangetang Keluarkan Asap Kawah Putih Setinggi 200 Meter dari Atas Puncak

Subhan Sabu, Jurnalis · Minggu 03 Februari 2019 05:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 03 340 2013098 gunung-karangetang-keluarkan-asap-kawah-putih-setinggi-200-meter-dari-atas-puncak-SSFkEjymt3.jpg Ilustrasi

SITARO - Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro mengeluarkan asap kawah bertekanan sedang hingga kuat berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 m di atas puncak kawah.

Asap Kawah 2 putih tipis - sedang dengan tekanan gas agak kuat tinggi sekira 50-150 meter teramati dari Pos Pemantau Gunung Api Karangetang. Suara gemuruh lemah - agak kuat juga sering terdengar di sertai hembusan asap putih kelabu sedang sampai tebal dengan tekanan gas kuat tinggi Hembusan sekira 300 meter.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Karangetang, Yudia Prama Tatipang mengatakan pengamatan visual dari kampung Batubulan teramati guguran lava dari puncak kawah 2 ke kali batuare sekira 2000 meter, dan pada jarak ini terjadi penyimpangan ke Kali Melebuhe sejauh sekitar 2500 meter dan membentuk tumpukan lava/leleran lava.

"Dari ujung lava ini sering terjadi kepulan asap kelabu kehitaman dan kemungkinan akan berpotensi awan panas guguran," ujar Yudia Prama Tatipang, Minggu (3/2/2019).

Kegempaan guguran terjadi 15 kali dengan amplitudo 3-10 mm dengan durasi 40-65 detik. Hembusan berjumlah 12, Amplitudo, 8-52 mm, durasi 30-80 detik. Tektonik Jauh berjumlah 1, Amplitudo 6 mm, S-P tidak terbaca, durasi 235 detik.

"Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm). Tingkat Aktivitas Gunung Karangetang Level III Siaga," tambah Yudia.

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas pada radius 2,5 km dari kawah 2 utara dan perluasan ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Barat daya sejauh 3 km.

"Masyarakat agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut jika terjadi hujan abu," pungkas Yudia.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang selama musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran kali Batuawang hingga ke pantai.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini