Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sandiaga Klaim Beda Elektabilitas Tinggal 9%, Ini Respons TKN Jokowi-KH Ma'ruf

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Minggu, 03 Februari 2019 |16:19 WIB
Sandiaga Klaim Beda Elektabilitas Tinggal 9%, Ini Respons TKN Jokowi-KH Ma'ruf
Sandiaga Uno (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Cawapres Sandiaga Uno mengklaim bahwa perbedaan elektabilitasnya dengan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin kini tinggal 9 persen. Bagaimana TKN Jokowi-KH Ma'ruf menanggapi hal itu?

Menurut Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, klaim Sandiaga itu berbeda dengan hasil survei berbagai lembaga yang independen serta survei pihaknya.

"Dari survei kami, minimum perbedaannya itu 20,3 persen," kata Hasto di sela-sela Deklarasi Alumni Menteng 64, di Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2019).

Baca Juga: Ketum Golkar: Jokowi Itu Sederhana dan Jujur, Indonesia Banget

Hasto

Belum lagi dihitung dengan keunggulan di media sosial. Kata Hasto, pihaknya kini unggul 60,3 persen dibanding Tim Prabowo-Sandi.

Sehingga pernyataan Sandiaga dilihat sebagai sebuah klaim. Dan hal itu biasa dalam pertarungan politik.

Yang jelas, lanjutnya, siapapun belum bisa menjawab soal apa keunggulan prestasi dari Prabowo-Sandi dibanding dengan Jokowi-KH Ma'ruf. Dari berbagai kelompok masyarakat yang mereka temui, belum satupun yang bisa menjawab keunggulan prestasi Prabowo-Sandi.

"Setiap pertemuan dengan masyarakat kami selalu bertanya, sebutkan 3 keberhasilan Pak Prabowo, banyak yang kesulitan menjawab itu. Silahkan dijawab oleh mereka, apa tiga keberhasilan Pak Prabowo untuk bangsa dan negara," kata Hasto.

Hasto

Baca Juga: Jubir Jokowi-Ma'ruf: Tabloid Indonesia Barokah Tidak Mengandung Unsur Kebencian dan Kebohongan

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement