nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Anggota Abu Sayyaf Tersangka Pengeboman Gereja Filipina Menyerahkan Diri

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 14:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 04 18 2013551 lima-anggota-abu-sayyaf-tersangka-pengeboman-gereja-filipina-menyerahkan-diri-4tz34BmFHH.jpg Dampak ledakan bom yang menewaskan 23 orang di sebuah gereja di Jolo, Filipina. (Foto: Reuters)

MANILA – Seorang agen senior dan empat anggota lainnya dari kelompok Abu Sayyaf yang diduga berada di balik pengeboman gereja di selatan Filipina, telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan keterangan Kepala Kepolisian Filipina, Oscar Albayalde pada Senin, Kammah Pae, yang diyakini oleh otoritas Filipina membantu dua pelaku bom bunuh diri pada serangan 27 Januari telah menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah. Pejabat Filipina mengatakan, pelaku serangan bom bunuh diri itu adalah pasangan suami istri asal Indonesia, namun sejauh ini klaim itu belum dapat dikonfirmasi.

BACA JUGA: Gereja di Filipina Dibom 2 Kali, 17 Orang Tewas dan 43 Luka-Luka

"Dia dipaksa untuk menyerah," kata Albayalde pada media. "Dia mungkin tidak ingin mati selama serangan militer," lanjutnya sebagaimana dilansir Reuters, Senin (4/2/2019).

Pasukan Filipina menewaskan tiga tersangka gerilyawan Abu Sayyaf dalam baku tembak di Patikul, sebuah kota di selatan Filipina, pada Sabtu. Insiden yang terjadi di tengah pengejaran orang-orang yang bertanggungjawab atas pengeboman gereja itu juga menyebabkan kematian lima tentara Filipina.

Albayalde mengatakan, Kammah membantah terlibat dalam pengeboman ganda di Katedral Jolo yang menewaskan 23 orang itu. Namun, laporan para saksi mata menunjukkan dia mengawal pasangan pelaku pengeboman ke katedral.

Pasukan keamanan Filipina juga menemukan bom buatan dan komponen pembuatnya di rumah Kammah. Albayalde mengatakan, kelima tersangka akan menghadapi berbagai macam tuntutan hukum dan ancaman hukuman lainnya.

Dia menambahkan, meski kelima tersangka telah menyerahkan diri, penyelidikan mengenai pengeboman gereja di Jolo masih jauh dari berakhir.

BACA JUGA: Pasangan Suami Istri Indonesia Disebut sebagai Pelaku Serangan Bom Gereja di Jolo Filipina

"Ada lebih banyak bukti yang perlu diperiksa dengan cermat," kata Albayalde.

Sebelum Presiden Rodrigo Duterte mengatakan bahwa serangan bom ganda tersebut kemungkinan merupakan aksi bom bunuh diri, militer dan polisi Filipina mengatakan bahwa ledakan yang terjadi di dalam dan luar gereja diduga diledakkan dari jarak jauh.

Beberapa hari kemudian, Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, mengatakan bahwa serangan bunuh diri dilakukan oleh pasangan warga negara Indonesia dengan bantuan Abu Sayyaf.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini