nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto: BNPT dan Kemlu Sedang Cek Info WNI Terlibat Pengeboman Gereja Filipina

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 14:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 04 337 2013560 2-wni-disebut-pelaku-pengeboman-di-filipina-wiranto-itu-pernyataan-sepihak-17YgijZElg.jpg Menko Polhukam Wiranto. (Foto : Harits Tryan Akhmad/Okezone)
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kemenlu tengah mengecek informasi adanya 2 warga negara Indonesia (WNI), yang dituduh menjadi pelaku pengeboman gereja di Pulau Jolo, Filipina.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Filipina Eduardo Ano menyebut dua pelaku bom bunuh diri di gereja Pulau Jolo merupakan warga negara Indonesia (WNI).

"Saat ini kan ada cukup ramai tuduhan dari pihak Filipina, terutama Menteri Dalam Negeri bahwa ada keterlibatan WNI dalam aksi teror di Filipina. Nah, di sini saya menyampaikan bahwa itu kan berita sepihak ya. BNPT dan Kemenlu sudah lakukan pengecekan," ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Ia menjelaskan, saat ini otoritas Filipina masih berupaya mengungkap dalang di balik pengeboman gereja itu. Karena itu, ia meminta pemerintah Filipina tak gegabah dalam mengeluarkan pernyataan.

"Dan koordinasi sampai sekarang belum tuntas, bahwa itu masih otoritas Filipina sendiri, kepolisian, pihak yang bersangkutan dalam masalah terorisme. Sedang menjajaki, sedang memastikan ini siapa. Jadi tidak buru-buru divonis bahwa itu orang Indonesia. Jadi, jangan terjebak pernyataan sepihak," katanya.

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan otoritas Filipina dan Indonesia. Pasalnya, sampai saat ini kedua pihak masih terus bekerja sama mengungkap kejelasan kasus ini.

bom gereja Katolik di Pulau Jolo (Reuters)

"Kita tunggu aja ya. BNPT dan Kemenlu sedang melakukan penjajakan. Bahkan memastikan kita akan mengirim orang ke sana. Masalahnya ini gimana. Jangan sampai ada pemahaman sendiri dari penjelasan sepihak yang langsung memvonis itu orang Indonesia yamg melakukan kejahatan di negara lain," tutur Wiranto.

Melansir BBC Indonesia, Mendagri Filipina Eduardo Ano mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan gereja Katolik di Pulau Jolo.

Ano mengatakan hal itu Jumat (1/2/2019) setelah militer memastikan bahwa pengebom bunuh diri yang merupakan "pasangan" menyerang gereja dan menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.

Namun, Kemenlu RI merespons pernyataan Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, yang menyebut pelaku teror bom gereja di Pulau Jolo, Filipina Selatan, adalah dua warga negara Indonesia (WNI).

(Baca Juga : Kemlu Selidiki Kabar 2 WNI Disebut Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina)

"Indonesia belum dapat mengonfirmasi berita mengenai kemungkinan keterlibatan 2 WNI dalam aksi teror bom di Jolo, Filipina Selatan," demikian keterangan tertulis dari Kemlu RI, kepada Okezone, Sabtu 2 Februari 2019.

Hingga saat ini, Menlu RI Retno Marsudi tengah berusaha berkomunikasi dengan sejumlah pihak di Filipina untuk mengonfirmasi hal tersebut. Pihak KBRI di Filipina juga masih menyelidiki kebenaran info tesebut.

"KBRI di Manila maupun KJRI di Davao City juga tengah berusaha mendapatkan konfirmasi dari berita tersebut," katanya.

(Baca Juga : Lima Anggota Abu Sayyaf Tersangka Pengeboman Gereja Filipina Menyerahkan Diri)

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Kemlu dari kepolisian Filipina, pelaku pengeboman gereja itu belum berhasil diidentifikasi.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini