Gunung Karangetang Erupsi Luncurkan Lava, Ratusan Orang Mengungsi

Antara, · Senin 04 Februari 2019 23:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 04 340 2013807 gunung-karangetang-erupsi-luncurkan-lava-ratusan-orang-mengungsi-ke2zyn1nKc.jpg Gunung Karangetang, Sulawesi Utara (Kementerian ESDM/Setkab.go.id)

MANADO - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyatakan lima desa terdampak bencana akibat erupsi Gunung Api Karangetang, yang terjadi sejak Sabtu 2 Februari pagi, di Batubulan, Siau.

"Satu desa tertimpa bencana yakni Batubulan, dan empat lainnya yang masuk cakupan bencana, adalah Niambangeng, Kawahang, Kiawang dan Hiung, Kecamatan Siau Barat Utara," kata Kepala Bidang Darurat BPBD Sitaro, Djunaidi Kanoneng, di Ondong, Siau, Senin (4/2/2019).

Djunaidi mengatakan, akibat luncuran lava tersebut, sebanyak 112 jiwa dari 33 kepala keluarga yang mengungsi di lokasi yakni di gereja GMIST Nazareth Niambangeng sebanyak 16 KK dan 54 jiwa dan di kantor Kampung Batubulan sebanyak 17 KK dan 58 jiwa.

Dia mengatakan, sejak Sabtu pagi, tim gabungan dari TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan Desa Batubulang dan Kawahang mengevakuasi warga ke lokasi-lokasi aman.

"Pemkab Sitaro melalui BPBD dan dinas sosial juga sudah menyerahkan logistik peralatan dan makanan bagi para korban di tempat pengungsian," katanya seperti diwartakan AntaraSulut.

 

Dia mengatakan, bantuan disalurkan kepada para korban setiap hari, sejak tanggal 2 Februari, ada yang dalam bentuk makanan siap saji dan yang harus dimasak seperti beras dan mie instan, kemudian ada selimut, tikar, ketel gula sampai teh dan kopi.

Semua bantuan tersebut, kata Kanoneng, disalurkan untuk membantu meringankan beban para korban di lokasi pengungsian tersebut sambil menunggu kalau sudah bisa kembali ke rumah kalau sudah aman.

Namun Kanoneng mengatakan, sarana transportasi ke Desa Batubulan masih bisa digunakan sehingga pemerintah bisa mengakses informasi di wilayah tersebut, dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empar, demikian juga dengan pasokan listrik masih bagus.

"Namun warga terkendala dengan air bersih yang sangat terbatas dan kolam penampungan air sudah hampir habis, demikian juga posko kesehatan belum ada, diharapkan bisa segera didirikan untuk membantu dan melayani masyarakat yang terdampak bencana," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini