TKN: 'Propaganda Rusia' Hanyalah sebuah Istilah

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 17:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 04 605 2013688 tkn-propaganda-rusia-hanyalah-sebuah-istilah-9TRZYJ5gpl.jpg Ace Hasan Syadzily (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menegaskan pernyataan petahana soal 'propaganda Rusia' hanyalah sebuah istilah. Karena itu TKN memastikan tidak ada hubungannya dengan intervensi negara Rusia pada proses politik di Indonesia.

"Pernyataan Pak Jokowi sebagai Calon Presiden tentang propaganda Rusia hanyalah sebuah istilah dan tidak berhubungan dengan intervensi negara Rusia pada proses politik di Indonesia," ujar Jubir TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (4/2/2019).

 Baca juga: TKN Luruskan Istilah 'Propaganda Rusia' yang Diucapkan Jokowi

Ketua DPP Golkar itu menjelaskan, istilah propaganda Rusia mulai populer setelah RAND Corporation menerbitkan artikel berjudul The Russian “Firehouse of Falsehood”.

 Jokowi-Ma'ruf Amin (Okezone)

Propaganda Model yang ditulis oleh Christopher Paul dan Miriam Matthews itu tercatat diterbitkan RAND tahun 2016. Artinya, istilah itu sudah mulai populer sejak 3 tahun yang lalu.

 Baca juga: Soal Konsultan Asing, Fadli Zon: Kita Enggak Kuat Bayarnya

"Murni istilah dan referensi akademik," imbuh Ace.

Selanjutnya, penggunaan metode propaganda Firehose of Falsehood, ditengarai digunakan dalam berbagai proses politik elektoral di Brazil, Mexico dan terakhir juga di Venezuela. Sehingga sudah menjadi bagian dari metode perpolitikan baru di era post-truth.

 Baca juga: Saat Ma'ruf Amin Mendapat Pesan Khusus dari Ponpes Bugen Al-Itqon Semarang

"Jadi, istilah ini berkembang dan tidak ada hubungan dengan intervensi negara Rusia dalam persoalan domestik di negara-negara di mana metode itu digunakan," ucapnya.

Menurutnya, hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia justru semakin erat di era Jokowi. “Bahkan terakhir pada 14 November 2018, ketika KTT ASEAN 33, Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Putin di Singapura untuk peningkatan kerjasama ekonomi dua negara," tutup Ace.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini