nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendagri Sambut Baik Gagasan Pemikiran Guru Besar UGM Cornelis Lay

Rabu 06 Februari 2019 20:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 06 510 2014565 mendagri-sambut-baik-gagasan-pemikiran-guru-besar-ugm-cornelis-lay-SPkSBVs4YV.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo saat menghadiri pengukuhan Guru Besar UGM Prof Dr Cornelis Lay, MA, di UGM, Yogyakarta. (Foto : Puspen Kemendagri)

YOGYAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyambut baik gagasan pemikiran Guru Besar Prof Dr Cornelis Lay, MA. Menurut Tjahjo, menyatukan sebuah kepentingan di dalam tata kelola pemerintahan menjadi sebuah hal yang menarik yang disampaikan Prof Cornelis.

“Saya kira alternatif ketiga yang disampaikan Mas Komi (Prof. Cornelis) cukup menarik ya, bagi saya bagaimana mengagregasikan dan mengartikulasikan sebuah kepentingan yang seharusnya di dalam tata kelola pemerintahan menyatu,” ucap Tjahjo usai menghadiri acara Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof Dr Cornelis Lay, MA di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Rabu (6/2/2019).

Bagi Tjahjo, birokrasi kekuasaan tanpa sentuhan intelektual akan berkurang maknanya. Hal ini juga termasuk keberhasilan sebuah birokrasi tanpa sentuhan media massa. Keberhasilan birokrasi kekuasaan niscaya tidak akan bisa dirasakan masyarakat tanpa peran intelektual dan pers selaku pilar keempat dalam demokrasi. Tjahjo juga mencontohkan bagaimana konsolidasi pemerintah, penyelenggara dan masyarakat pada pelaksaaan Pemilu Serentak 2019.

Pengukuhan Guru Besar Prof Dr Cornelis Lay, MA di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. (Puspen Kemendagri)

“Sekarang saja dalam konteks konsolidasi demokrasi kita lewat Pilkada Serentak lewat Pemilu semua tingkatan pastikan semua tahap konsolidasi menyatukan segenap potensi bangsa ini untuk mewujudkan sebuah sistem pemerintah presidensil yang lebih efektif lebih efisien, mempercepat reformasi birokrasi, memperkuat otonomi daerah, harus ada campur tangan baik diminta ataupun oleh kelompok intelektual oleh tokoh masyarakat oleh tokoh agama oleh teman-teman pers yang harus secara objektif dan kritis,” ujarnya.

(Baca Juga : Kemendagri Sebut Penggunaan Isu SARA Belum Capai Level Mengkawatirkan)

Di akhir, Mendagri juga mengajak masyarakat untuk membangun sebuah pola pikir yang lebih komferehensif integral dengan berbagai dimensi yang ada untuk memberikan pencerahan kepada bangsa dan negara.

(Baca Juga : Kemendagri Siap Melawan Hoaks & Racun-Racun Demokrasi)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini