nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Merapi Terus Bergolak, Basarnas Latih Warga Evakuasi Korban

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 15:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 06 512 2014417 gunung-merapi-terus-bergolak-basarnas-latih-warga-evakuasi-korban-16IMo7V2vm.jpg Warga latihan evakuasi korban jika Gunung Merapi erupsi (Foto: Taufik/iNews)

MAGELANG - Warga di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dinilai memiliki kerawanan tinggi bila Gunung Merapi erupsi. Karena itu, mereka dilatih untuk bergerak cepat dalam memberikan pertolongan kepada korban termasuk langkah-langkah evakuasi.

Kepala Basarnas Jateng, Aris Sofingi, menyampaikan, Kecamatan Dukun merupakan kawasan paling dekat, bahkan salah satu desa yakni desa Krinjing hanya berjarak 3,5 kilometer dari puncak Merapi. Lokasi ini juga masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III atau berpotensi besar terdampak letusan Merapi.

Atas dasar itulah Basarnas Jateng menggelar kegiatan pelatihan Medical First Responder (MFR) sekaligus latihan pemetaan wilayah di 15 desa di kecamatan. Pelatihan MFR yang diikuti 60 peserta dari perwakilan 15 desa tersebut digelar di Desa Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang pada 4 hingga 6 Februari 2019.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi penilaian korban, macam pendarahan, penanganan patah tulang, pemindahan korban serta evakuasi mandiri. Selain itu para peserta diminta untuk mengumpulkan data serta melakukan pemetaan desa masing-masing untuk membuat rencana operasi mandiri berbasis masyarakat.

"Pelatihan ini adalah salah satu cara dari Basarnas untuk melatih kesiapsiagaan warga kecamatan Dukun dalam menghadapi bencana erupsi gunung Merapi maupun lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Mereka kami bekali kemampuan MFR, karena merekalah yang pertama kali harus siap menghadapi erupsi, sehingga mereka tau apa yang harus dilakukan bila ada warga yang mengalami cedera," kata Aris, Rabu (6/2/2019).

Aris juga berharap latihan pemetaan wilayah yang dilakukan oleh para peserta mampu diterapkan dalam menghadapi bencana erupsi. Peserta dituntut untuk bisa membaca kemampuan wilayahnya, sumber daya yang dimiliki seperti jumlah sarana transportasi untuk evakuasi serta menentukan jalur evakuasi.

"Ke depannya kami harapkan para peserta ini memiliki peran aktif dalam proses edukasi, serta melakukan operasi evakuasi secara mandiri berbasis masyarakat, karena merekalah yang memahami karakteristik wilayahnya masing-masing," ujar Aris.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini