nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Wanita Tuduh Mantan Presiden Kosta Rika Melakukan Pelecehan Seksual

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 17:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 18 2015430 lima-wanita-tuduh-mantan-presiden-kosta-rika-melakukan-pelecehan-seksual-vmWK0kmG7q.jpg Mantan Presiden Kosta Rika dan Penerima Nobel Perdamaian, Oscar Arias. (Foto: Reuters)

SAN JOSE – Mantan presiden Kosta Rika yang juga merupakan penerima Nobel Perdamaian, Oscar Arias terjerat kasus pelecehan seksual setelah sedikitnya lima wanita menuduhnya telah mengganggu atau menyerang mereka. Tuduhan terhadap Arias dinilai sebagai contoh dari pergerakan #MeToo yang menjerat tokoh penting di Amerika Latin.

Klaim dari para wanita itu mengancam reputasi Arias, yang pernah dua kali menjabat sebagai Presiden Kosta Rika dan menerima Nobel Perdamaian pada 1987 atas perannya menghentikan perang sipil di Amerika Latin. Sampai hari ini, pria berusia 78 tahun itu dianggap sebagai salah satu politikus paling dihormati di kawasan tersebut.

Aktivis anti-nuklir Alexandra Arce adalah wanita pertama yang tampil dan mengungkapkan klaimnya atas perbuatan Arias. Klaim Arce telah dibantah oleh Arias, meski pada Kamis, pengacaranya, Erick Ramos mengatakan bahwa sang mantan presiden menolak untuk berkomentar.

Klaim Arce mendorong empat perempuan lainnya, termasuk Emma Daly, direktur komunikasi dari kelompok Pengamat Hak Asasi Manusia. Daly mengatakan, pelecehan yang dilakukan Arias terhadap dirinya terjadi pada 1990 saat Daly bekerja sebagai jurnalis di Amerika Tengah.

Saat itu Daly mengatakan bahwa Arias mendatanginya dan sekelompok reporter di lobby sebuah hotel di Managua, Nikaragua. Dia memanggil Arias untuk memberikan pertanyaan.

"Dia berhenti, menatap saya, dan alih-alih menjawab pertanyaan saya, hanya meraih ke depan dengan tangannya, menyentuh dada saya dan kemudian menarik tangannya ke bawah di antara payudaraku dan berkata, 'Kamu tidak memakai bra,' atau kata-kata semacam itu, dan kemudian pergi,"kata Daly kepada Reuters pada Kamis. "Saya benar-benar terpana, dan satu-satunya yang bisa kukatakan adalah, 'Ya, benar.'"

Pada saat itu, Daly bekerja lepas untuk Reuters dan Tico Times, sebuah surat kabar Kosta Rika.

"Fakta bahwa ia memiliki resume profesional yang sangat mengesankan tidak memberinya izin untuk memperlakukan orang lain dengan cara ini," tambahnya.

Perempuan lain yang juga mengklaim mendapatkan pelecehan dari Arias adalah Eleonora Antillon, yang bekerja sebagai staf pers untuk Arias dalam kampanye presiden 1986. Antillon mengatakan sang mantan presiden meletakkan tangannya di penisnya yang sedang ereksi, mendorongnya ke lemari pakaian dan menciumnya ketika dia menolak.

Marta Araya Marroni seorang pekerja penerbitan mengatakan dia menerima pelecehan seksual pada 2012 dalam sebuah pertemuan di rumah Arias, sementara Monica Morales, seorang jurnalis untuk majalah Kosta Rika, Perfil, menulis dalam publikasinya bahwa Arias mengundangnya untuk duduk di atas kakinya pada akhir wawancara tahun 2013.

Arce, Araya Marroni dan Morales tidak segera menanggapi permintaan untuk memberi komentar untuk cerita mereka.

Kantor Kejaksaan Kosta Rika mengatakan, setidaknya satu tuntutan hukum telah diajukan terhadap Arias terkait klaim pelecehan seksual tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini