nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Tak Legalkan LGBT dan Perzinahan!

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 16:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 337 2015407 dpr-ruu-penghapusan-kekerasan-seksual-tak-legalkan-lgbt-dan-perzinahan-96iUtPnnyw.jpg

JAKARTA - Pimpinan Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsulrijal Sesalkan beredarnya Draft Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di sosial media yang tidak sesuai dengan Draff aslinya.

“Telusuri siapa yang menyebarkan dan menambahkan draft pasal seolah RUU P-KS ini melegalkan LGBT dan perzinahan. Hoax itu. fraksi PKB mengawal terus rancangan undang-undang Itu yang semangatnya adalah upaya negara mencegah kekerasan seksual yang kerap terjadi,” tegas Cucun kepada awak media, Jum’at (8/2/2018).

Publik hari ini menurutnya, jangan mudah percaya jika menerima informasi khususnya menyangkut kebijakan politik apalagi mengenai draft rancangan UU yang diproses di parlemen.

“Bahaya ini, merusak citra parlemen. Publik tolong tidak mudah percaya, lihat medianya apa terpercaya atau tidak. Aparat segera tindak oknum yang membuat resah yang menambahkan pasal legalisasi LGBT dan prostitusi di Draft RUU P-KS ini, tidak benar itu,” tegas Politisi asal Kabupaten Bandung.

Fraksi PKB sebagai bagian instrumen di Parlemen, ia menyebutkan secara detail pointers penting dalam Draft RUU P-KS, diantaranya soal aturan rehabilitasi hingga persoalan hukum bagi pelaku kekerasan seksual.

"RUU P-KS ini negara memberikan rehabilitasi dan pendampingan yang utuh untuk korban. Mulai dari pendampingan kesehatan, pendidikan, psikis, sosial, hingga pendampingan ekonomi untuk masa depannya," kata kang Cucun.

Selama ini menurutnya korban nyaris tidak tertangani dengan baik. Negara hanya fokus menghukum pelaku saja. Ini pun masih banyak yang lolos dari jeratan hukum. “Korban kekerasan seksual alih-alih memperoleh rehabilitasi yang memadai, malah tidak sedikit yang di dikriminalisasi," paparnya.

Fraksi PKB di komisi terkait, menurutnya terus mengawal RUU tersebut. “Kita punya srikandi perempuan ada Nihayatul Wafiroh, itu DPR RI terbaik yang kita minta fokus pada persoalan perempuan, anak dan kekerasan seksual. PKB terdepan melawan kekerasan seksual,” ujarnya.

Jakarta - Pimpinan Fraksi PKB DPR RI H Cucun Ahmad Syamsulrijal Sesalkan beredarnya Draff Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di sosial media yang tidak sesuai dengan Draff aslinya.

“Telusuri siapa yang menyebarkan dan menambahkan draff pasal seolah RUU P- KS ini melegalkan LGBT dan perzinahan. Hoax itu. fraksi PKB mengawal terus rancangan undang-undang Itu yang semangatnya adalah upaya negara mencegah kekerasan seksual yang kerap terjadi,” Tegas H Cucun Ahmad Syamsulrijal kepada awak media , Jum’at (8/2/2018).

Publik hari ini Menurutnya, Jangan mudah percaya jika menerima informasi khususnya menyangkut kebijakan politik apalagi mengenai draff rancangan UU yang diproses di parlemen.

“Bahaya ini, merusak citra parlemen. Publik tolong tidak mudah percaya , lihat media nya apa terpercaya atau tidak. Aparat segera tindak oknum yang membuat resah yang menambahkan pasal legalisasi LGBT dan prostitusi di Draff RUU P-KS ini, tidak benar itu,” tegas Politisi asal kabupaten Bandung.

Fraksi PKB sebagai bagian instrumen di Parlemen , ia menyebutkan secara detail pointers penting dalam Draff RUU P-KS, diantaranya soal aturan rehabilitasi hingga persoalan Hukum bagi pelaku kekerasan seksual.

“RUU P-KS ini negara memberikan rehabilitasi dan pendampingan yang utuh untuk korban. Mulai dari pendampingan kesehatan, pendidikan, psikis, sosial, hingga pendampingan ekonomi untuk masa depannya, “ kata kang Cucun.

Selama ini menurutnya korban nyaris tidak tertangani dengan baik. Negara hanya fokus menghukum pelaku saja. Ini pun masih banyak yang lolos dari jeratan hukum. “Korban kekerasan seksual alih-alih memperoleh rehabilitasi yang memadai, malah tidak sedikit yang di dikriminalisasi, “ paparnya.

Fraksi PKB dikomisi terkait , menurutnya terus mengawal RUU tersebut.

“kita punya srikandi perempuan ada Nihayatul Wafiroh , itu DPR RI terbaik yang kita minta fokus pada persoalan perempuan , anak dan kekerasan seksual. PKB terdepan melawan kekerasan seksual,” tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini