DEPOK - Keberadaan parkir liar dinilai sebagian orang sangat mengganggu pengguna jalan, namun menjadi keuntungan tersendiri bagi sebagian orang. Salah satunya dirasakan oleh Sarbini juru parkir liar yang berada di kawasan perkantoran dan perumahan Grand Depok City (GDC) Depok, Jawa Barat.
Dia mengaku selama 9 tahun berprofesi sebagai tukang parkir lantaran faktor pendidikan, sehingga ia memilih untuk menghidupi dua anak dan istrinya dari memarkirkan kendaraan baik roda dua dan roda empat.
"Saya bekerja jadi tukanh parkir karena memang sudah biasa dari dulu abis mau gimana lagi, dari pada nganggur buat kebutuhan sehari-hari," kata Sarbini kepada Okezone.
Dalam menjalankan profesinya Sarbini tidak pernah memikirkan pendapatan semuanya dilakukan dengan ikhlas. Sebab tidak pernah sepeser pun dirinya meminta uang kepada orang yang membutuhkan jasanya.
"Kalau harga gak ditarifin kalau mau ngasih saya terima kalo enggak ya gak apa apa penghasilan gak tentu sehari bisa 70 ribu buat makan aja anak dua istri satu," ujarnya.
Sarbini, Juru Parkir Liar di Kawasan Perkantoran dan Perumahan GDC, Depok, Jawa Barat (foto: Wahyu/Okezone)