nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Razia Tak Efektif Atasi Parkir Liar, Ini Solusi untuk Dishub DKI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 11:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 338 2015541 razia-tak-efektif-atasi-parkir-liar-ini-solusi-untuk-dishub-dki-U2ptGTupfW.jpg Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna (Foto: Heru Haryono/Okezone)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sedang gencar melakukan razia kendaraan yang memarkirkan mobil maupun sepeda motornya di kawasan terlarang. Namun sayangnya, usaha itu dinilai sia-sia karena pemandangan parkir liar masih menghiasi jalanan Ibu Kota.

Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna menilai penerapan sanksi gembok ban, derek mobil dan cabut pentil tak akan menghilangkan praktik parkir liar di jalanan. Seharusnya yang dilakukan pemerintah itu merangkul para juru parkir dan mengajak mereka kerja sama untuk bekerja di bawah naungan Pemprov DKI.

Menurut dia, menyelesaikan permasalahan itu harus ada peran serta dari para pemegang kebijakan, seperti gubernur, wali kota, Kasatpol PP dan Kadishub. Sebab, di balik juru parkir pasti ada oknum preman atau kelompok yang melindungi bisnis tersebut.

"Lebih baik kawasannya dikelola bersama, duduk bersama dengan para preman. Nanti harus ada kerjasama antara tukang parkir dan pemerintah," ucap Yayat kepada Okezone, belum lama ini.

Apabila mereka sudah melunak dan ingin bekerja secara resmi lanjut Yayat, maka Pemprov DKI harus menyediakan fasilitas parkir yang baik dan tidak mengganggu ketertiban umum. Salah satu contohnya, membebaskan trotoar dari kendaraan yang parkir.

Parkir Liar

Arus uang dalam bisnis parkir liar di jalanan, kata dia, sangat besar. Sehingga, bila itu dapat dikelola secara baik oleh Pemprov DKI maka akan menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau diformalkan itu ada tanggung jawab. Jadi mereka dikoordinir dan jangan ganggu kenyamanan publik. Jangan parkir di trotoar," kata dia.

Setelah semua sudah dilakukan, kata dia, yang harus menjadi perhatian adalah jangan menerapkan tarif parkir yang terlalu mahal. Sebab, hal tersebut akan membuat masyarakat mencari parkiran yang ilegal karena dirasa harganya lebih murah.

"Kalau diformalkan tarifnya jangan mahal-mahal, karena banyak permintaannya seperti itu," tuturnya.

Infografis Lipsus Parkir Liar

Yayat menambahkan, jika kelak di kemudian hari masih ditemukan parkir liar di jalanan, maka yang harus ditindak adalah para tukang parkir. Pemprov DKI harus bekerja sama dengan kepolisian untuk membuat regulasi tersebut.

Sanksi yang bisa diterapkan yakni memenjarakan para juru parkir ketika ketahuan mengizinkan pemilik kendaraan untuk parkir di tempat yang tidak semestinya. Alhasil, mereka akan merasa jera dan memilih untuk bergabung dengan pemerintah.

"Harusnya ada hukuman penjara untuk petugas parkir. Menyatakan sebagai bentuk tindak pidana ringan karena mereka melanggar hukum. Yang punya motor atau mobil hanya parkir karena dibolehkan petugas parkir," ujar Yayat.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini