"Keluarga dan warga sudah berusaha mencari keberadaan Mbah Keben, namun belum ditemukan. Kejadian tersebut baru kami terima info pada Jumat 8 Januari pagi," kata Kepala Basarnas Jateng Aris Sofingi, Minggu (10/2/2019).
Ia menuturkan, kronologi kejadiannya berawal pada Rabu 6 Februari pagi. Ketika itu Nenek Keben berangkat ke sawah, kemudian pergi menuju Sungai Randukeli. Sampai pukul 18.00 WIB, Mbah Keben belum juga pulang. Diduga dia terpeleset ke Sungai Kemit atau bisa juga hilang di Hutan Pohkumbang.
Koordinator Basarnas Pos Cilacap Mulwahyono mengatakan, pencarian Mbah Keben awalnya dilakukan di sepanjang aliran Sungai Kemit. Tapi selama dua hari penyisiran, tidak membuahkan hasil. Hingga hari ini, petugas mengubah pola pencarian.
"Hari ini kita fokus pencarian Explore SAR (ESAR) di darat, setelah dua hari yang lalu pencarian di aliran Sungai Kemit tidak membuahkan hasil. Setelah upaya pencarian selama tiga hari korban berhasil ditemukan di area hutan Desa Pohkumbang ke arah barat dalam keadaan lemas," kata Mulwahyono.
(Baca juga: Basarnas Hentikan Pencarian Pendaki asal Magelang yang Hilang di Gunung Lawu)