nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penetapan Cawagub DKI Molor, Sikap Gerindra Bisa Rugikan Prabowo-Sandi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 16:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 338 2016406 penetapan-cawagub-dki-molor-sikap-gerindra-bisa-rugikan-prabowo-sandi-Ehl8b32ZQv.JPG ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyarankan kepada Partai Gerindra agar legowo menyerahkan posisi cawagub DKI Jakarta kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab, seluruh mekanisme yang telah disepakati kedua partai sudah dilaksanakan.

"Semua proses negosiasi telah dipenuhi PKS dalam tahapan penentuan dua nama cawagub DKI. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi Partai Gerindra untuk menunda menandatangani dua kandidat yang akan diajukan ke Gubernur Anies,” kata Adi kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Seperti diketahui, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik belum menandatangani surat rekomendasi tim uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terkait dua nama cawagub yang akan diberikan kepada Gubernur DKI, Anies Rasyid Baswedan. 

Akhirnya, penyerahan kedua nama itu kembali molor dari waktu yang telah direncanakan sebelumnya, yakni pada Senin hari ini. Pasalnya, M Taufik saat ini sedang berada di luar kota. 

Dirinya mengaku khawatir jika penundaan yang dilakukan oleh partai berlambang kepala burung garuda itu akan berimbas pada mesin partai di koalisi nasional.

"Bisa saja PKS menghentikan mesin politiknya karena berlarutnya penentuan cawagub. Jelas ini sangat merugikan Prabowo dan Sandiaga di Pilpres 2019,” kata dia.

Adi menambahkan, PKS harus mengambil sikap tegas terkait persoalan ini agar tidak berlarut-larut. Hal itu mengingat PKS bukanlah partai sembarangan yang memang mempunyai basis massa yang cukup besar.

Panelis fit and proper test Cawagub DKI

“Penentuan cawagub ini bagian dari komitmen politik antara PKS dan Gerindra. Jadi, jangan sampai polemik perebutan kursi DKI 2 menjadi bola salju yang merambah pada koalisi nasional hingga ke tingkat-tingkat daerah,” tuturnya.

Menurutnya, perlu adanya pertemuan pimpinan di tingkat pusat kedua partai itu untuk menyelesaikan polemik ini. "Jangan sampai berlarut-larut malah akan merugikan Prabowo-Sandiaga dalam kancah Pilpres April nanti," kata Adi.

Tim panelis sudah merekomendasi dua nama cawagub kepada Gerindra dan PKS pada Jumat malam lalu. Dua nama itu berasal dari tiga kandidat yang mengikuti fit and proper test, yakni Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Sementara tim panelis yang menguji mereka yakni Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif, peneliti LIPI Siti Zuhro, pakar kebijakan publik Eko Prasodjo, dan pengamat politik Ubedilah Badrun.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini