Jelang Pilpres, PSI Sebut Ada Fenomena Normalisasi Intoleransi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 22:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 605 2016585 jelang-pilpres-psi-sebut-ada-fenomena-normalisasi-intoleransi-90x6tl5SL4.jpg Foto: Okezone

JAKARTA  - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengingatkan sebuah fenomena yang dianggap dapat membahayakan persatuan masyarakat Indonesia, yaitu fenomena disebut dengan “normalisasi Intoleransi”.

Menurutnya, fenomena tersebut dapat menimbulkan konflik yang akan menghancurkan toleransi di masyarakat.

“Pembiaran penyerangan atas kelompok yang berbeda keyakinan, penutupan tempat ibadah, meluasnya ceramah kebencian, lama-lama menjadi sesuatu yang kita anggap biasa. Inilah fenomena berbahaya yang disebut aktivis peneliti perempuan Sandra Hamid,” kata Grace dalam keterangannya, Senin (11/2/2019).

Kata dia, gejala normalisasi intoleransi adalah ketika masyarakat semakin menganggap intoleransi sebagai sesuatu yang normal, hingga mengakibatkan meluasnya kampanye kultural yang mengajak orang hanya berpikir secara biner.

 sd

Ia pun menegaskan, di tengah gelombang normalisasi intoleransi yang semakin besar ini, PSI tidak akan tinggal diam. PSI akan melawan segala bentuk ancaman bagi persatuan masyarakat Indonesia.

“Perjuangan kita (PSI-red) yaitu melawan intoleransi, ini akan menjadi prioritas pertama yang harus kita selesaikan, yaitu melawan segala bentuk ancaman bagi persatuan rakyat Indonesia,” tegasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini