SOLO – Tahun 2019 ini menjadi tahun politik sekaligus menjadi tahun digelarnya pesta demokrasi akbar di Tanah Air. Tak hanya pemilihan presiden maupun pemilu legislatif, di beberapa daerah juga akan dilangsungkan pemilihan kepala desa (pilkades).
Hampir di semua jalan dan lokasi strategis digunakan para kandidat untuk menyosialisasikan profil mereka kepada khalayak, baik lewat spanduk, baliho, maupun alat peraga kampanye lainnya.
Pamrih mereka sama, yakni agar dipilih menjadi pemimpin oleh warga masyarakat, entah pemimpin di tingkat desa/kelurahan, wakil rakyat di kursi legislatif, maupun pemimpin negara.
Menjadi seorang pemimpin atau wakil rakyat nyatanya gampang-gampang susah. Banyak yang sudah terpilih, namun gagal menjadi pemimpin yang sebenarnya. Banyak yang mengaku wakil rakyat, namun kenyataannya tak benar-benar mewakili rakyat.
Seorang pemimpin pada dasarnya harus benar-benar memperjuangkan sesuatu hal yang menjadi kepentingan dan kebutuhan rakyatnya. Yang tidak kalah penting, seorang pemimpin harus punya bekal ilmu manajemen. Agama Islam telah mengatur konsep dasar untuk menjadi sosok seorang pemimpin yang andal dan dapat memperjuangkan para rakyatnya.