nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ganjar Pranowo Tak Sabar Dipanggil Bawaslu

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 16:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 13 512 2017438 ganjar-pranowo-tak-sabar-dipanggil-bawaslu-MhsxhyCQkG.jpg Ganjar Pranowo (Foto: Okezone)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan siap menghadap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jika dimintai keterangan terhadap dugaan pelanggaran kampanye saat deklarasi pemenangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Amin di Magelang, Sabtu 26 Januari 2019. Dirinya bahkan berharap, proses pemanggilan itu segera dilakukan secepatnya.

Sebelumnya, Ganjar memimpin deklarasi dukungan terhadap Pemenangan Jokowi-Amin bersama 31 kepala daerah di Solo. Atas hal itu, sejumlah kepala daerah dipanggil oleh Bawaslu untuk dimintai keterangan. Beredar informasi, bahwa Bawaslu akan memanggil Ganjar Pranowo pada Senin, 18 Februari 2019.

"Saya mintanya sekarang. Kesuwen (kelamaan) kalau menunggu tanggal itu," kata Ganjar ditemui di Semarang, Rabu (13/2/2019).

Baca Juga: Bawaslu Jateng Panggil Ganjar Pranowo Pekan Depan

Ganjar

Ditanya apakah sudah ada surat pemangilan atau pemberitahuan dari Bawaslu terkait hal itu, Ganjar mengatakan belum mendapatkan. Ia justru mendapat telepon dari anggota Bawaslu yang meminta sumbangan berupa tanah.

"Saya malah dapat telepon dia minta tanah untuk kantornya. Saya tanyakan lagi, lho katanya mau periksa saya, dia jawab tidak periksa pak, hanya klarifikasi. Saya tegaskan lagi, sing nggenah (yang jelas), ini mau diperiksa atau diklarifikasi," tegas Ganjar.

Politisi PDI Perjuangan itu kemudian menegaskan jika siap diperiksa oleh Bawaslu terkait deklarasi tersebut.

"Ndak papa dilaporin, periksa saja. Justru saya nunggu-nunggu ini, kalau tanggal 18 ya kesuwen (terlalu lama), saya minta secepatnya," tambahnya.

Berkali-kali Ganjar menerangkan jika dirinya adalah kader partai PDI Perjuangan yang sudah pasti mendukung Jokowi-Amin. Para kepala daerah yang hadir saat itu lanjut Ganjar, juga merupakan anggota partai koalisi yang tidak mungkin tidak mendukung Jokowi.

"Satu lagi, kita mendeklarasikannya di hari libur dan tidak menggunakan fasilitas negara. Lalu dimana letak kekeliruannya?. Saya minta ke Bawaslu untuk tegas, jelas dan tidak ada yang abu-abu," pungkasnya.

Sebelumnya, Ganjar bersama 31 Kepala Daerah menggelar deklarasi mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Deklarasi itu dilakukan di salah satu hotel di Solo pada Sabtu (26/1/2019) lalu.

Baca Juga: Ratusan Biker dan Perantau NTB Kompak Dukung Jokowi

Ganjar

Adanya deklarasi tersebut kemudian memantik kontroversi. Pihak Badan Pemenangan pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi berencana melaporkan Ganjar ke Bawaslu.

Atas hal itu, Ganjar justru menantang pihak yang akan melaporkan dirinya itu untuk membuktikan pelanggaran yang telah dia lakukan.

Sejumlah kepala daerah yang hadir dalam deklarasi itu satu persatu telah dipanggil oleh Bawaslu. Sampai saat ini, tinggal Ganjar Pranowo yang belum dipanggil dan dimintai keterangan.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini