nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Kandung Santoso Gabung ke Jaringan Teroris Ali Kalora

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 14:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 337 2017903 anak-kandung-santoso-gabung-ke-jaringan-teroris-ali-kalora-Ts2ykliv0b.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Tinombala melaporkan adanya rekrutan baru dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), pimpinan Ali Kalora. Adapun, anggota baru itu adalah anak kandung dari Santoso alias Abu Wardah. Namun, identitasnya masih dirahasiakan oleh polisi.

Sansoto alias Abu Wardah sendiri sebelumnya pimpinan dari kelompok MIT. Tetapi, setelah buronan lama, akhirnya dia tewas setelah baku tembak dengan Satgas Tinombala pada Juli 2016 silam.

“Kemudian dari satgas berghasil mengidentifikasi satu orang DPO lagi yang ikut bergabung ke kelompok Ali Kalora, yaitu anak kandung santoso. Nanti proses penetapan DPO,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Dengan bergabungnya sang anak ke kelompok itu, kini personel tersebut Ali Kalora Cs beranggotakan 15 orang. Nantinya, polisi akan segera memasukan anak Santoso ke Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dedei menjelaskan, Satgas Tinombala juga menangkap satu orang kurir yang membawa logistik untuk Ali Kalora CS. Kurir tersebut terbukti membawa beras, mie instan, telur dan bahan sembako lainnya menggunakan karung untuk Ali Kalora CS.

“Satu orang kurir yang membawa bahan logistik juga berhasil ditangkap di daerah Parigi Montong,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, Satgas Tinombala juga telah memutus jalur logistik dengan membagi ke empat lokasi. Sejumlah tempat persembunyian di Parigi Montong, Pegunungan Biru dan Poso pun terus dijaga ketat.

(Baca Juga: Perburuan Teroris Ali Kalora Cs Terkendala Medan Berat)

Masyarakat yang bekerja sebagai pemburu babi, pekerja ladang, pencari rotan, dan penambang emas diimbau untuk tidak membawa perbekalan berlebihan. Hal itu dilakukan untuk mencegah perampasan dari Ali Kalora CS.

“Kemudian juga untuk secara teknis telah menyiapkan pendeteksi jalur-jalur komunikasi yang dilakukan Ali Kalora CS, kemudian melakukan kegiatan penggalangan,” tutup Dedi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini