Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mentan: Harga Beras Indonesia Bukan yang Termahal di Dunia

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Sabtu, 16 Februari 2019 |18:30 WIB
Mentan: Harga Beras Indonesia Bukan yang Termahal di Dunia
Foto: Humas Kementan
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan harga beras eceran di Indonesia bukanlah yang termahal di dunia. Dari data terbaru Numbeo, harga beras Indonesia bahkan menempati urutan ke-81 dari daftar harga beras eceran termahal di dunia yakni sebesar Rp12.374 per Kg.

"Urutan pertama harga beras eceran termahal dunia adalah Jepang sebesar US$3,83 atau Rp54.714 per Kg, sementara harga beras termurah di Sri Lanka sebesar Rp7.618 per Kg," ujar Amran dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Jum'at (15/2/2019).

"Harga beras kita normal, harga daging sapi kita juga normal," tambahnya.

Mengenai produksi, Amran juga menegaskan tidak perlu diragukan lagi. Menurut Lembaga Pangan Dunia (FAO), produksi beras Indonesia mencapai peringkat ke tiga di dunia setelah China dan India dengan jumlah sebesar 81,4 juta ton.

 

Pernyataan Mentan ini merupakan respons atas kegelisahan terkait informasi yang beredar bahwa beras Indonesia merupakan yang termahal di dunia.

Basis data global, Numbeo, menjawab ketidakbenaran informasi tersebut. Data yang diakses pada Minggu (14/1/2018) tersebut menunjukkan harga rata-rata harga beras di Indonesia dipatok US$0,89 atau Rp12.700 per Kg.

Jika dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara, masih ada beberapa wilayah yang mematok harga lebih mahal. Malaysia misalnya, harga beras berkisar US$1 atau Rp13.300 per kg. Harga beras di Thailand juga lebih mahal dari Indonesia yakni US$1,15 atau Rp 16.428 per Kg.

Singapura, menjadi negara di Asia Tenggara dengan harga beras tertinngi. Di sana, masyarakatnya harus merogoh kocek US$2,06 atau Rp29.428 untuk membeli satu kilogram beras. Sementara Vietnam jadi negara dengan harga beras termurah di Asia Tenggara yaitu US$0,74 atau Rp10.571 per Kg. Sementara di Filipina, harga beras rata-rata sama dengan Indonesia yaitu Rp12.700 per Kg.

 

Jika menilik dari keseluruhan wilayah Asia, laporan Numbeo ini mengonfirmasi bahwa Indonesia bisa digolongkan sebagai negara dengan harga beras cukup terjangkau. Bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata harga beras di Asia secara keseluruhan yang mencapai di atas US$ 1 atau Rp 13.300 per Kg.

Jepang jadi negara dengan harga beras paling mahal di Asia. Peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh Korea Selatan dan Taiwan. Harga beras di Korsel mencapai US$3,79 atau Rp54.412 per Kg sementara di Taiwan US$3,29 atau Rp47.000 per Kg.

"Dari data di atas menunjukkan bahwa tidaklah benar bila disebutkan harga beras Indonesia termahal di Dunia," imbuh Amran.

Amran justru meyakinkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi beras mengalami surplus 2,85 juta ton di tahun 2018. Ini menunjukkan bahwa pasokan beras dari petani Indonesia masih cukup untuk memasok kebutuhan dalam negeri, dan menstabilkan harga.

Selain itu juga menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. "Perlu jadi perhatian semua pihak, kenapa dalam pikiran para pengamat bahwa komoditas selalu diposisikan untuk politisasi. Jangan membuat marah 132 juta keluarga tani Indonesia. Padahal untuk dipahami sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945 bahwa pemerintah hadir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya," tutup Amran.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement