Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Harapan Warga Betawi agar Tradisi Palang Pintu Tetap Lestari

Muhamad Rizky , Jurnalis-Sabtu, 16 Februari 2019 |10:02 WIB
Harapan Warga Betawi agar Tradisi Palang Pintu Tetap Lestari
Kedua jawara sedang terlibat adu silat dalam prosesi palang pintu adat Betawi (Foto: M Rizky/Okezone)
A
A
A

DI ERA modern saat ini, tak banyak tradisi budaya mampu bertahan di tengah masyarakat. Tradisi adat yang hingga kini masih dipertahankan salah satunya palang pintu yang menjadi salah satu ciri khas kebudayaan Betawi.

Tradisi palang pintu merupakan sebuah kesenian Betawi yang berisi perpaduan antara seni bela diri (pencak silat) dan seni sastra (pantun). Palang pintu hadir menjadi salah satu rangkaian dalam pernikahan suku Betawi.

Biasanya, tradisi ini melibatkan dua kelompok silat yang diawali saling beradu pantun hingga unjuk kebolehan dalam beberapa jurus silat.

Di sini, setiap pengantin pria akan mendapat tantangan dari pihak mempelai wanita yang hendak dinikahi, untuk menguji kepiawaian bela diri dan kemampuannya dalam membaca ayat suci Alquran. Meski sudah mulai langka, namun masih ada generasi muda yang melibatkan palang pintu dalam prosesi pernikahan.

Seperti yang dilakukan salah seorang warga asli Betawi, Imam Kharmain dan istrinya Putri Oktaviani. Baginya, tradisi palang pintu tak hanya sekadar prosesi adat pernikahan, melainkan lebih daripada itu.

"Filosofi palang pintu menurut saya adalah sebuah simbol pegangan dasar suatu rumah tangga dalam tradisi Betawi yakni silat yang berarti simbol proteksi terhadap keluarga, pantun yang menggambarkan keceriaan dan suasana harmonis, juga shalawat yang mewakili sisi religius," kata Imam kepada Okezone di rumah kediamannya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement