Dia menjelaskan, lonjakan penyakit akibat kabut asap terjadi pada 13 sampai 15 Februari 2019. Berbagai penyakit yang disebabkan kabut asap, kata Hapizh, adalah batuk, flu dan paling banyak adalah radang tenggorokan. Hal ini merupakan hasil rekap selama sepekan terakhir di sejumlah puskesmas.
"Paling banyak 15 Februari, yakni 2.025 kasus. Kalau hari biasa, dibawah 200 kasus. Untuk tanggal 16 sampai sekarang masih 200 kasus. Jadi memang fluktuasi," tutur dia.
(Baca Juga: Diselimuti Kabut Tipis, Jarak Pandang di Palembang Terganggu)
Hafidz menerangkan, jumlah warga yang terpapar kemungkinan lebih banyak. Sebab, sebagian warga diperkirakan tidak mau memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskemas.
"Kita juga melakukan penyuluhan tentang kabut asap ke warga. Jadi jika alami gejala sesak napas dan sakit tenggorokan segera memeriksakan diri'," ucap dia.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.