Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Tengah Gempuran Israel, Anak-Anak Palestina Tetap Pertahankan Budaya Hafal Alquran

Windy Phagta , Jurnalis-Jum'at, 22 Februari 2019 |15:18 WIB
Di Tengah Gempuran Israel, Anak-Anak Palestina Tetap Pertahankan Budaya Hafal Alquran
Syeikh Abdallah Hasan Ahmad Abudan (kanan) saat roadshow di Aceh (ACT)
A
A
A

BANDA ACEH – Hafal Alquran kini membudaya di kalangan anak-anak di Palestina. Meski negeri itu sedang dilanda krisis akibat perang dengan Israel, masyarakat di sana terus mendorong anak-anaknya mengafal Alquran. Ini sudah mentradisi.

Hal itu diungkapkan Syeikh Abdallah Hasan Ahmad Abudan dari Gaza, Palestina saat menghadiri roadshow di PAUDIK dan SMPIK Nurul Quran di Desa Lamsayuen, Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis kemarin.

Syeikh Abdallah yang datang ke Aceh melalui program Aksi Cepat Tanggap (ACT) ‘Indonesia Selamatkan Palestina’ mengatakan, hafal Alquran sudah jadi salah satu syarat bagi warga Palestina untuk berjuang melawan Israel.

“Syarat menjadi pejuang Hamas melawan Israel yaitu menghafal Alquran. Hingga saat ini anak Palestina menghafal Alquran karena mereka calon pejuang. Untuk memeroleh derajat syuhada adalah menghafal Alquran,” katanya.

Menurutnya, di tengah kondisi Palestina yang kelaparan, digempur tentara Israel, kekurangan obat-obatan, dokter spesialis, masyarakat Palestina masih tetap membudayakan hafalan Alquran.

Bentrokan warga Palestina dengan tentara Israel di Gaza (AP)

Di sana, tidak sedikit anak-anak Palestina menjadi hafiz di umur tujuh hingga 10 tahun. Apalagi menghafal Alquran merupakan anjuran Nabi Muhammad kepada para sahabat.

Abdallah mengatakan, sekolah pertama bagi calon hafiz ialah orangtua. Anak-anak penghafal Alquran di hari akhirat sanggup memberikan orang tuanya mahkota berharga melebihi dunia beserta isinya.

“Banyak hadis nabi menjelaskan keutamaan menghafal Alquran, salah satunya terjaga dari perbuatan maksiat. Sebaik-baik muslim ialah yang belajar Alquran serta mengajarkannya.”

Ia menjelaskan, di Palestina anak-anak menghafal Alquran dengan mengulang setiap ayat 10 kali. Ketika sudah lancar dilanjutkan ke ayat berikutnya hingga mencapai satu halaman. Kemudian, pengajarnya akan memperdengarkan bacaan yang benar kepada mereka agar kemudian diulangi. Dengan demikian anak-anak tidak hanya menghafal Alquran, juga membacanya secara benar.

Jumlah penduduk di Gaza saat ini sekitar 2 juta jiwa. Sedangkan jumlah hafiz mencapai sekitar 200 ribu. Syeikh Abdallah sendiri memiliki lima orang anak. Satu di antaranya akan khatam menghafal 30 juz.

Syeikh Abdallah turut mengajak masyarakat untuk membantu saudara muslimnya di Palestina yang hingga sekarang mempertahankan Masjidil Aqsha.

Masjid tersebut merupakan miliki seluruh muslim di dunia. Bahkan Syeikh Abdallah sendiri mengajarkan anaknya yang berumur lima tahun menggunakan senjata supaya menjadi pejuang.

“Saya yakin sekali bahwa pertolongan Allah terhadap kaum muslim itu dekat,” ujarnya.

Syeikh Abdallah berterimakasih kepada warga Indonesia yang selama ini sangat antusias membantu Palestina. Indonesia pemberi bantuan terbesar bagi Palestina, kemudian ada Qatar dan Turki.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement