BOGOR - Keberhasilan seorang pemimpin tak dapat lepas dari peran wanita yang setia mendampingi. Mungkin itulah yang dirasakan oleh calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi). Ya, petahana itu tiba-tiba saja mengenang peran sang istri, Iriana selama meniti kariernya hingga menjadi orang nomor satu di negeri ini.
Iriana, kata dia, merupakan sosok yang menjadikannya kuat dalam meniti karier yang tidak mudah saat pertama kali harus bekerja di pedalaman hutan Aceh.
"Pengalaman saya di Aceh pentingnya peranan istri dalam meniti karier saya," kata Jokowi dalam acara Konvensi Rakyat bertajuk 'Optimis Indonesia Menang' di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu, 24 Februari 2019 malam.
Jokowi meyakini bahwa setiap perempuan mempunyai peranan yang sangat vital dalam sebuah keluarga. Bahkan, sambung dia, perempuan selalu mempunyai peran yang menentukan dalam setiap perjuangan bangsa dan negara Indonesia.
"Saya yakin perempuan-perempuan di Indonesia memiliki peranan yang sangat menentukan bagi keluarga, bagi masyarakat dan bagi bangsa dan negara Indonesia," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku optimistis bakal mampu membawa Indonesia menjadi negara maju lantaran memiliki pengalaman mulai dari pengusaha, wali kota, hingga gubernur.
Menurut Jokowi, perjalanan kariernya mulai dari wali kota hingga Presiden merupakan panggilan jiwa untuk berbuat yang lebih banyak lagi bagi masyarakat.
"Pengalaman panjang sebagai wali kota dua periode kemudian gubernur dan kemudian jadi presiden memberikan bekal pengalaman untuk kelola negara," ucap Jokowi.
"Perjalanan hidup saya mengajarkan untuk selalu optimis selalu kerja keras dan tidak mudah menyerah. Perjalanan hidup saya mengajarkan kemandirian dan bekerja keras," katanya menimpali.
(Rizka Diputra)