CIREBON - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 KH Ma'ruf Amin merespons, terkait beredarnya video perempuan yang mengesahkan LGBT dan suara azan akan dilarang jika Jokowi menang pada Pilpres 2019. Kiai Ma'ruf mengatakan, hal tersebut termasuk kampanye hitam dan harus dilawan.
"Harus dilawan itu, harus. Itu hoaks, jadi tidak mungkin. Pak Jokowi sangat menghormati agama Islam dan ulama. Nanti ada bukti-buktinya semua," ujarnya saat ditemui Okezone, Senin (25/2/2019).
Saat melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dalam sambutannya Kiai Ma'ruf menjelaskan, penyebaran hoaks itu lebih berbahaya daripada tsunami laut. Menurutnya, kalau hoaks sudah tersebar, semua orang akan terkena dampaknya. Sedangkan, tsunami laut hanya menimpa satu wilayah saja.

(Baca Juga: TKN Duga Fitnah Jokowi Larang Azan Dilakukan Secara Sistematis)
"Kalau hoaks tersebar, nanti semua orang akan bisa terkena dampaknya. Tak hanya di Indonesia, di luar negeri nanti bisa baca berita hoaks. Ini lebih berbahaya dari tsunami laut, yang dampaknya dirasakan satu wilayah saja," kata dia ketika memberi sambutan di hadapan puluhan santri.
Ma'ruf juga menyampaikan, jika seseorang menyebarkan hoaks, maka orang tersebut sama saja dengan orang yang mendengarkan sebuah pergunjingan.
"Jangan sebar hoaks, karena sama saja dengan orang yang mendengarkan seseorang yang ngomongin orang. Dosanya sama saja orang yang ngomongin sama yang dengerin, " kata Kiai Ma'ruf.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.