Menyusul pengumuman itu, sebagian besar anggota parlemen Iran segera menyampaikan surat kepada Presiden Rouhani, meminta agar Zarif untuk tetap menjabat sebagai menteri luar negeri Iran.
Seorang anggota parlemen konservatif, Javad Karimi-Ghodousi, mengatakan kepada wartawan bahwa Zarif sebelumnya telah 13 kali berusaha untuk mundur dari jabatannya, tetapi semua pengunduran dirinya telah ditolak.
Zarif telah menjabat sebagai menteri luar negeri sejak 2013 dan telah mencatat beberapa keberhasilan diplomasi, termasuk tercapainya JCPOA.
Sebelum menjabat menteri, Zarif duduk sebagai wakil tetap Iran untuk PBB antara 2002 dan 2007. Diplomat kawakan Iran itu juga tinggal di AS selama bertahun-tahun, di mana ia menerima gelar BA dan MA dalam hubungan internasional, serta PhD dalam hukum dan kebijakan internasional.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.