nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Wonogiri Diteror Tanah Bergerak, 14 Keluarga Diungsikan

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 18:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 27 512 2023652 warga-wonogiri-diteror-tanah-bergerak-14-keluarga-diungsikan-z8KyOaCHs4.jpg (Foto: BPBD Wonogiri)

WONOGIRI - Pergerakan tanah di Dusun Joho, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, terus belanjut. Satu unit rumah rusak tertimpa longsoran tanah yang diakibatkan tanah bergerak, Selasa 26 Februari 2019.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan, hingga Rabu (27/2/2019), warga terdampak tanah bergerak masih mengungsi ke tenda dan rumah warga lain yang lebih aman.

Rumah yang rusak akibat tanah longsor pada Selasa itu pun sudah tak ditempati lantaran semua warga sudah mengungsi. Tak hanya itu, BPBD juga memberikan dukungan logistik kepada para pengungsi.

“Tanah bergerak di Joho masih berlanjut. Kami juga menempatkan personel di sana untuk memantau terus kondisi terbaru,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com.

(Baca juga: Viral Siswa SMA Ngomong Kata-Kata Kotor ke Gurunya yang Sedang Mengajar)

Ia menjelaskan BPBD memperbaiki dan mengalibrasi kawat seling yang sempat putus akibat tanah bergerak beberapa hari lalu. Ia mengimbau masyarakat tetap bertahan di pengungsian hingga situasi dinilai aman.

Ilustrasi.

Sebanyak 14 keluarga di Dusun Joho harus diungsikan ke tempat lebih aman, Kamis (21/2). Gerakan tanah tersebut kali ini memang lebih kecil ketimbang yang terjadi tahun lalu. Fernomena tanah bergerak itu terjadi sekitar Pukul 10.00 WIB. Pergerakan tanah disusul dengan bunyi alarm sistem peringatan dini (EWS) yang dipasang di lokasi.

Tanah di dusun itu merekah selebar sekitar 50 sentimeter dengan panjang sekitar 500 meter. “Akibatnya, keluarga yang rumahnya dilalui rekahan itu terpaksa diungsikan ke tempat lebih aman. Ada 14 keluarga atau lebih dari 30 jiwa bakal mengungsi malam nanti. Kami melihat perkembangan situasi di sana,” kata Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo, Kamis (21/2).

Joko menjelaskan keputusan mengungsikan warga itu atas rekomendasi BPBD Wonogiri. Personel BPBD Wonogiri juga memeriksa lokasi kejadian guna memetakan dampak dan upaya antisipasi bencana lebih besar.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini