nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Bersama 6 Pengikutnya Jadi Tersangka

Chanry Andrew S, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 06:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 01 340 2024287 panglima-laskar-jihad-ja-far-umar-bersama-6-pengikutnya-jadi-tersangka-PJSUxJNleo.jpg Ja'far Umar Thalib dan pengikutnya (Istimewa)

JAYAPURA – Penyidik Polda Papua menetapkan Panglima Laskar Jihad Indonesia, Ja’far Umar Thalib sebagai tersangka kasus pengancaman serta perusakan rumah milik keluarga Hanok Duwiri dan Hermina Aninam, warga Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Enam pengikut Ja’far Umar yakni berinisial AJU (20), S alias AY (42), AR (43), IJ (29), MM alias Z (31), AR alias A (20) juga dijadikan tersangka kasus sama, setelah diperiksa secara intensif pada Kamis 28 Februari kemarin.

Sementara seorang saksi lagi yakni Fauzi Maqsud tidak dinaikkan status jadi tersangka karena tidak memiliki cukup bukti terlibat dalam peristiwa perusakan yang terjadi pada Rabu 27 Februari 2019 sekira pukul 05.30 WIT. Fauzi langsung dipulangkan usai diperiksa kemarin.

Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Tonny Harsono kepada wartawan di Kota Jayapura mengatakan, status tersangka terhadap ketujuh orang ini ditetapkan setelah kepolisian melakukan gelar perkara atas barang bukti dan hasil keterangan yang diperoleh penyidik dari masing-masing pelaku.

“Setelah dilakukan pemeriksaan secara marathon oleh penyidik dari kemarin malam di mana setelah delapan orang itu diamankan, siang tadi dilakukan gelar perkara dan tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Tonny Harsono didampingi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal di Media Center Polda Papua.

Sementara Ja’far Umar Thalib yang merupakan pimpinan dalam aksi tersebut kini masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, karena asam urat.

“Kalau kesehatannya terus memburuk maka JUT akan dibantarkan, namun semua tergantung dari keterangan dokter. Siang tadi bapak Kapolda (Papua) telah menjenguk yang bersangkutan,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan kepolisian dari tangan dan kediaman para tersangka antara lain lima bilah pedang samurai, beberapa parang berukuran panjang, sejumlah buku dan video CD paham laskar jihad.

Kepolisian saat ini masih berjaga-jaga di lokasi kejadian untuk menghindari aksi lanjutan yang tentunya berdampak pada situasi Kamtibmas di Kota Jayapura.

Tonny menegaskan, tiga dari tujuh tersangka, tiga di antaranya yakni Jafar Umar Thalib, AB dan AY akan dikenakan pasal berlapis yaitu Undang-Undang Darurat lantaran kepemilikan senjata tajam.

“Tujuh orang ini kita kenakan pasal 170 Ayat 2 tentang Pengerusakan, sementara tiga orangnya ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam,” tegasnya.

Secara terpisah, Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warga Kota Jayapura khususnya di wilayah Koya Barat karena tidak terprovokasi isu provokatif yang sempat beredar di media sosial atas kejadian perusakan tersebut.

Martuani berharap, masyarakat tetap menjaga situasi yang kondusif serta mempercayakan kasus ini ditangani Polda Papua.

“Tadi malam saya bertemu dengan keluarga yang menjadi korban pengerusakan. Saya pastikan kita beri pengamnanan disana dan saya mengimbau kepada kepala distrik untuk ikut menjaga keamanan lingungan seluruh wilayah Koya dengan mengaktifkan Siskamling,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ja'far Umar Thalib bersama para pengikutnya melakukan penyerangan terhadap rumah warga di daerah daerah Koya Barat pada Rabu 27 Februari.

Penyerangan ini terjadi disebabkan Ja'far Umar Thalib dan pengikutnya marah karena warga pemilik rumah memutar lagu-lagu rohani Kristiani usai salat subuh di rumah mereka yang berdekatan dengan lokasi pondok pesantren milik Jafar Umar Thalib.

Sontak tindakan penyerangan rumah warga oleh kelompok Ja'far Umar Thalib bersama pengikutnya menuai protes warga setempat yang secara spontanitas langsung melakukan tindakan pemalangan jalan protokol ke perbatasan RI-PNG tepatnya di depan kantor kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Warga meminta kepada kepolisian untuk menangkap pelaku.

Polisi langsung mengamankan Jafar Umar Thalib bersama pengikutinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini