Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Alat Peraga Kampanye Dibakar, TKD Perkuat Konsolidasi di Madura

Syaiful Islam , Jurnalis-Jum'at, 01 Maret 2019 |18:39 WIB
Alat Peraga Kampanye Dibakar, TKD Perkuat Konsolidasi di Madura
TKD Jawa Timur perkuat konsilidasi di Madura (Foto: Syaiful/Okezone)
A
A
A

SURABAYA - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur Jokowi-KH Ma'ruf Amin berkunjung ke Ponpes Bustanul Ulum Pamekasan, Madura, Jumat (1/3/2019). Di salah satu ponpes terbesar di Pamekasan itu, TKD Jatim menggelar pertemuan tertutup dengan puluhan kiai.

TKD Jatim hadir ke Madura untuk memperkuat konsolidasi, menyusul terjadinya pembakaran APK milik nomor urut 01 di Kabupaten Sampang beberapa hari lalu. Dengan diadakan konsolidasi tersebut, diharapkan suara Jokowi-KH Ma'ruf aman di Madura.

Bahkan, TKD mengklaim saat ini masyarakat Madura yang mendukung Jokowi-KH Ma'ruf terus membesar. Sebab masyarakat Madura isunya sudah merubah pilihan, yang waktu pilpres 2014 mendukung Prabowo, kini beralih ke Jokowi.

"Dua hari ini kita konsolidasi di Madura. Di Pamekasan hari ini, besok lanjut ke Sumenep. Kita pastikan tim tidak terpengaruh dengan aksi-aksi anarkis yang sampai membakar APK Pak Jokowi," kata Ketua TKD Jatim, Machfud Arifin.

(Baca Juga: Jokowi Pilih Foto Bareng Pedagang ketimbang Bagikan Sepeda)

Machfud mengaku tidak gentar sedikit pun pasca adanya pembakaran APK. Pihaknya pun tidak akan membalas dengan kekerasan serupa. Fokusnya membesarkan suara Jokowi-Ma'ruf.

"Setelah Bangkalan dan Sampang, Insya Allah ada migrasi besar-besaran dari pemilih Pak Prabowo ke Pak Jokowi. Insya Allah Madura bukan lagi kandang utama Pak Prabowo,” ucapnya.

TKD meyakini masyarakat Pamekasan mulai bergeser ke Jokowi dan Kiai Maruf. Pihaknya sudah dekati simpul-simpul kunci. Suara di bawah kencang ke Jokowi, hanya saja memang masih ada ketakutan untuk bersuara.

"Situasi sudah berubah, berbalik ke Pak Jokowi. Makanya kemarin ada ketakutan dari kubu sebelah, sampai mencoba memprovokasi dengan bakar APK. Tapi saya sudah instruksikan ke semua level tim pemenangan agar tidak terpancing membalas," tandas mantan Kapolda Jatim itu.

Seperti diketahui, selama ini Madura menjadi basis utama Prabowo. Jokowi kalah signifikan pada 4 kabupaten di Madura saat Pilpres 2014 lalu. Prabowo rata-rata menang sekitar 70 persen saat itu.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement