nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dibangun di Atas Trotoar, Kios Penjual Minuman Keras Dibongkar Tim Gabungan

Antara, Jurnalis · Sabtu 02 Maret 2019 02:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 02 525 2024772 dibangun-di-atas-trotoar-kios-penjual-minuman-keras-dibongkar-tim-gabungan-REck2047lJ.jpg Ilustrasi Satpol PP bongkar bangunan ilegal (Okezone)

GARUT - Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, TNI dan Polri membongkar paksa kios penjual minuman keras dan kios lainnya yang dibangun di atas trotoar kawasan Kerkof, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (1/3/2019).

Pembongkaran dilakukan karena keberadaan kios itu dianggap melanggar peraturan daerah tentang ketertiban dan keindahan kota.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Garut, Hendra Siswara mengatakan, kios yang berjejer di sekitar jalan dan trotoar kawasan Kerkof itu sudah terang-terangan mendirikan bangunan di atas trotoar, bahkan salah satu kios sering dirazia karena menjual minuman keras.

"Ini sudah kelihatan sekali mendirikan bangunan di atas trotoar, mereka juga ada yang berjualan minuman keras," kata Hendra seperti dilansir dari Antaranews.

Ia menjelaskan, kios yang menjual minuman keras itu sudah sering terjaring operasi penyakit masyarakat, namun tidak pernah jera, lalu kembali menjual minuman beralkohol itu.

 

Terakhir, kata dia, petugas berhasil menyita ratusan botol minuman keras berbagai merek dalam operasi penyakit masyarakat di kawasan Kerkof.

"Terakhir saat razia malam Rabu terdapat 358 botol minuman keras berbagai jenis, itu tidak sekali saja tapi sering dirazia," katanya.

Ia mengatakan, pendiri kios yang menjual bebas minuman keras itu melanggar Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2008 tentang Anti Perbuatan Maksiat, dan Perda Kabupaten Garut Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Nomor 12 Tahun 2015 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan.

Petugas gabungan, kata dia, terpaksa membongkar seluruh kios tersebut karena membangun bukan pada tempatnya, atau mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Berdasarkan Perda anti maksiat, pelaku terancam kurungan penjara enam bulan dan denda Rp50 juta, dan Perda K3 terancam kurungan penjara selama tiga bulan dengan denda Rp50 juta," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini