"Karena itulah justru ketika kita berada dalam kekuasaan pemerintahan kita tidak ingin menggunakan kekuasaan dengan cara-cara yang tidak benar," kata Hasto.
Hasto menegaskan, partainya tak akan menggunakan cara-cara kotor seperti di era Orde Baru yang dikritisinya. Sebagai contoh, Orde Baru dikritik karena KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
PDIP menurutnya memegang prinsip itu dengan tak membolehkan adanya nepotisme dalam pengelolaan daftar caleg. Aturan itu membatasi maksimal hanya dua dari satu keluarga yang boleh menjadi caleg. Itupun tak boleh dalam satu tingkatan di dapil yang sama.
"Ada yang mengaku tokoh reformasi, dulu getol bicara nepotisme, eh sekarang partainya, empat anaknya itu menjadi caleg di partai tersebut," kata Hasto.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.