Militer AS dan Korsel Tak Akan Lanjutkan Latihan Militer Bersama dalam Skala Besar

Agregasi VOA, · Minggu 03 Maret 2019 03:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 03 18 2025099 militer-as-dan-korsel-tak-akan-lanjutkan-latihan-militer-bersama-dalam-skala-besar-7LhANLNtez.jpg Marinir Korea Selatan dalam Latihan Militer Foal Eagle April Tahun Lalu (foto: Reuters)

MILITER Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan  berencana tak melakukan latihan militer bersama dalam skala besar. Hal ini terkait Presiden Trump yang sedang berupaya memperbaiki hubungan dengan Korea Utara, kata seorang pejabat Amerika kepada kantor berita AFP, Jumat 1 Maret 2019.

Keterangan pejabat yang tidak mau disebut namanya itu, diucapkannya tidak lama setelah KTT ke-2 Presiden Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi berakhir. KTT tidak mencapai kesepakatan resmi kecuali kedua pihak bersikap ingin terus berbicara.

(Baca Juga: Trump dan Kim Jong-un Lanjutkan Pembicaraan Denuklirisasi di Hari Kedua KTT Hanoi) 

Televisi NBC pertama melaporkan bahwa latihan yang diberi nama Foal Eagle yang biasanya diadakan musim semi akan dihapus. NBC menyitir dua pejabat pertahanan Amerika yang tidak disebut namanya.

Trump dan Kim Sepakati Kerjasama Kedua Negara 

Foal Eagle adalah yang terbesar dari latihan militer bersama Amerika-Korea Selatan dan senantiasa membikin Korea Utara naik pitam yang mengutuknya sebagai persiapan untuk melakukan invasi. Di masa lalu latihan itu melibat 200 ribu pasukan Korea Selatan dan sekitar 30 ribu pasukan Amerika.

(Baca Juga: Trump dan Kim Jong-un Gagal Capai Kesepakatan di KTT Hanoi) 

Sejak KTT Trump-Kim di Singapura tahun lalu Amerika dan Korea Selatan sudah mengurangi atau menghapus beberapa latihan bersama dan pesawat pengebom Amerika tidak lagi terbang di atas Korea Selatan. NBC memberitakan semua latihan itu akan diganti dengan latihan lebih kecil untuk misi tertentu.

Presiden Trump sudah beberapa kali komplain latihan itu terlalu mahal. Tetapi menepiskan kemungkinan menarik pasukan Amerika yang dipangkalkan di Korea Selatan. Lagi pula penarikan pasukan itu akan mendapat tentangan kuat dari Kongres dan Jepang yang pemerintah konservatifnya amat waspada terhadap tujuan Korea Utara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini