Emas Turki dan Venezuela
Nicolas Maduro juga adalah nama yang dikenal di Turki. September lalu, video pemimpin Venezuela makan di salah satu rumah makan paling mewah di Istanbul menjadi viral, memicu kontroversi tentang kelaparan di Venezuela dan pilihan tempat makan malam pemimpin sosialis tersebut.
Pada kunjungan keempat presiden Venezuela ke Turki, yang telah dimulai sejak tahun 2016, hubungan kedua negara mulai berkembang.
Ini adalah tahun yang sama ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selamat dari usaha kudeta, di mana Nicolas Maduro adalah salah satu pemimpin dunia yang mendukung Erdogan.
Meskipun anggota NATO yang artinya sekutu AS, hubungan Turki dengan pemerintah Trump menghadapi guncangan, bukan hanya karena perbedaan terkait Suriah.
Parlemen Turki memiliki kelompok "persahabatan" Turki-Venezuela. Pemimpinnya Kerem Ali Surekli, dari partai yang berkuasa AKP mengatakan "Baik Turki maupun Venezuela mengalami campur tangan luar yang mereka tolak."
Persekutuan politik Turki dengan Venezuela juga mengaitkan aspek ekonomi.
Carlos de Sousa dari Oxford Economics mengatakan, "Turki adalah penghasil perhiasaan yang sangat penting dan salah satu pengimpor emas terbesar dunia. Sejak tahun lalu, Turki menjadi salah satu rekan bisnis penting Venezuela lewat pembelian emas."

"Produksi minyak anjlok, sehingga rezim Venezuela melihat tambang emas sebagai penggantinya," kata Carlos de Sousa.
"Mereka melegalkan pertambangan di Negara Bagian Bolivar dengan proyek Arco Minero, daerah yang sebelumnya adalah taman nasional yang dilindungi."
Tahun lalu, nilai ekspor emas dari Caracas ke Ankara mencapai hampir US$900 juta atau Rp12,7 miliar, angka yang melampaui volume keseluruhan perdagangan kedua negara periode antara 2013 dan 2017.
AS menyatakan sebagian emas Venezuela muncul di Iran, sehingga melanggar sanksi terhadap Teheran. Turki menyangkal terlibat perdagangan tersebut.