Jokowi Cerita Tentang Konflik Afghanistan di Depan Relawan Pemuda Pancasila

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 03 Maret 2019 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 03 605 2025257 jokowi-cerita-tentang-konflik-afghanistan-di-depan-relawan-pemuda-pancasila-YXR6tUbRTF.jpg Di hadapan Pemuda Pancasila, Jokowi ceirta tentang konflik Afghanistan yang berkepanjangan (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) bicara soal konflik antar suku di Afghanistan yang sudah berjalan sekira 40 tahun di hadapan para relawan Pemuda Pancasila (PP).‎ Dia berharap kepada relawan PP bisa menjaga kesatuan dan persatuan karena Indonesia sebagai negara yang besar.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi ketika hadir di acara Deklarasi Relawan Pemuda Pancasila DKI Jakarta, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

"Saya ingin membandingkan Indonesia dengan Afghanistan. Di mana, Indonesia memiliki 714 suku, Afghanistan memiliki 7 suku. Di sana, 40 tahun lalu, 2 suku berkonflik," ujar Jokowi.

(Baca Juga: Makan Bakso Bareng Warga Bekasi, Jokowi Pamer 3 Kartu "Sakti")

Dipaparkan Jokowi, sudah 40 tahun konflik di Afghanistan belum selesai hingga saat ini. Padahal, Afghanistan hanya memiliki tujuh suku, sedangkan Indonesia punya 714 suku. Jokowi menekankan, pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia yang memiliki banyak suku.

Kata Jokowi, cerita perihal konflik di Afghanistan tersebut didapatkan dari Presiden dan ibu negaranya langsung. Mereka berpesan pada Jokowi agar berhati-hati memimpin Indonesia karena memiliki banyak suku.

"Jadi, hati-hati. Ibu negara Afghanistan waktu bercerita kepada saya, sampai meneteskan air mata. Beliau (Ibu negara Afghanistan) bercerita‎ kepada saya, 40 tahun yang lalu, saya masih bisa nyetir kendaraan sendiri di Kota Kabul dari satu kota ke kota lain," tuturnya.

"Tapi setelah perang, Afghanistan ini negara kaya, emasnya terbesar, tapi setelah konflik, dia sedih sama wanita dan anak-anak. Anak-anak enggak bisa sekolah, wanita,‎ sekarang tidak bisa naik sepeda di jalan," ujarnya.

‎Karena itu, Kepala Negara Afghanistan menitipkan pesan kepada Jokowi agar jika ada sedikit masalah harus langsung diselesaikan. Apalagi, konflik yang menyangkut soal agama dan suku.

"Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama jaga persatauan dan kesatuan, persaudaran, jangan sampai berbeda pilihan tidak rukun, kita tidak merasa sebagai saudara sebangsa dan setanah air," ucapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini