Anggota MIT yang Tewas Ditembak Satgas Tinombala Merupakan Buronan Lama

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 04 Maret 2019 12:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 04 340 2025491 anggota-mit-yang-tewas-ditembak-satgas-tinombala-merupakan-buronan-lama-lbuYvD6usc.jpg Penembakan (Ilustrasi)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Tinombala TNI-Polri melakukan kotak senjata dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah. Dalam operasi itu, satu orang tewas tertembak dan satu lainnya berhasil ditangkap dalam keadaan hidup.

Asisten bidang Operasi (Asops) Polri, Irjen Rudi Sufahriadi menjelaskan, satu kelompok MIT atas nama Basir alias Romzi yang tewas sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang sudah lama dicari-cari petugas. Sedangkan, yang ditangkap hidup-hidup bernama Aditya.

 Baca juga: Baku Tembak di Poso, Satu Anggota MIT Dilaporkan Tewas

"Dalam kontak tembak tersebut telah tertembak 1 orang DPO atas nama Basir alias Ramzi yang termasuk DPO yang lama di bawah Ali Kalora yang belum tertangkap sejak tahun, sejak saya jadi Kapolda dari 2012," kata Rudi dalam jumpa pers di Kantor Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

 https://img-o.okeinfo.net/content/2019/03/03/340/2025337/baku-tembak-di-poso-satu-anggota-mit-dilaporkan-tewas-7FElM3RQda.jpg

Dalam operasi penangkapan itu, Satgas Tinombala sebetulnya melakukan kontak senjata dengan lima orang kelompok MIT yang dipimpin oleh Ali Kalora. Namun, ketiga DPO lainnya berhasil melarikan diri.

 Baca juga: Indonesia dan Mesir Teken MoU Kerjasama Penanggulangan Terorisme

"Satuan operasi tugas tinombala di Poso telah melakukan kontak tembak dengan kelompok mit berjumlah 5 orang," ucap Rudi.

Setelah melumpuhkan Basir dan menangkap Aditya, jajaran Satgas Tinombala melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa senjata api tipe M16.

Rudi menambahkan, sampai saat ini, Satgas Tinombala masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Aditya. Hal itu dilakukan untuk mencari tahu tempat persembunyian dari sisa kelompok dari MIT.

 Baca juga: Terduga Teroris Ditangkap saat Razia Lalu Lintas

Mengingat, tipikal kelompok MIT selalu berpindah-pindah dari gunung ke gunung. Sehingga, sulit untuk terdeteksi keberadaannya lantaran tak memiliki markas yang menetap.

"Selalu berpindah-pindah dia selalu ada di Poso pesisir utara dan selatan, itu saja yang terbagi 2 yang tidak berpindah lagi ke mana-mana bahkan sekarang sampai ke daerah Parigi, Moutong. Dari gunung-gunung inilah lokasi mereka kalau di sini ditutup pindah ke kiri yang di posisi Utara Namun demikian ternyata ada di pesisir selatan kemarin," tutup Rudi.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini