Tingkatkan Pelayanan dan Perlindungan, LTSA Pekerja Migran Indonesia Resmi Dibuka di Bima

Abu Sahma Pane, Okezone · Rabu 06 Maret 2019 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 06 1 2026439 tingkatkan-pelayanan-dan-perlindungan-ltsa-pekerja-migran-indonesia-resmi-dibuka-di-bima-oExaVMJDDz.jpg Foto: dok.Humas Kemenaker

BIMA - Bupati Bima Indah Damayanti Putri meresmikan pembukaan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rabu (20/02/2019). LTSA itu didirikan sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan pelindungan PMI.

Dalam peresemian tersebut, Indah didampingi Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Irianto Simbolon, Staf Ahli Gubernur Nusa Tenggara Barat Swahip, Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan BNP2TKI R. Hariyadi Agah, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Bima H. Nasrullah.

Di sela peresmian itu, Irianto mengatakan pembangunan LTSA di berbagai daerah merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk melindungi pekerja migran serta keluarga masing-masing. Selain itu LTSA dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan Pekerja Migran Indonesia.

LTSA sendiri sudah didirikan di 31 daerah, sembilan di antaranya dibangun tahun lalu. "Tahun 2018, terdapat 9 LTSA yang telah dibangun, jadi total keseluruhan 31 LTSA sepanjang tahun 2015 sampai 2018," kata Irianto.

Menurutnya, LTSA bertujuan untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pelayanan penempatan dan pelindungan pekerja migran serta memberikan efisiensi dan transparansi dalam pengurusan dokumen penempatan dan pelindungan CPMI atau PMI, dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan PMI.

Sementara itu, Keberadaan LTSA di Kabupaten Bima sangat penting mengingat wilayah itu merupakan pengirim pekerja migran terbanyak nomor 5 (lima) di Nusa Tenggara Barat.

"Dengan keberadaan LTSA ini, pemerintah berharap bisa mencegah masyarakat Bima menjadi korban perdagangan manusia. Melalui LTSA, masyarakat akan dibimbing sesuai dengan prosedur yang benar jika ingin bekerja ke luar negeri, sehingga mereka tidak menjadi korban," kata Irianto.

Sedangkan Indah Damayanti Putri menegaskan, LTSA di wilayahnya akan memberikan kepastian kepada pekerja migran untuk memperoleh pelayanan yang mudah, murah, dan solutif. "Dulu sulit, mahal dan tanpa kepastian, sehingga celah itu dimanfaatkan calo. Akibatnya banyak pekerja migran lebih baik ilegal, sehingga berdampak adanya persoalan. Sekarang ada perubahan yang tadinya sulit, mahal, lama menjadi mudah, murah dan ada kepastian," ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima , H. Nasrullah, menambahkan, melalui LTSA, masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri bisa mendapatkan informasi lowongan kerja, mengurus dokumen yang dibutuhkan seperti paspor, dokumen kependudukan, asuransi BPJS dan juga terdapat desk Pelayanan Pengaduan Permasalahan Pekerja Migran Indonesia.

R. Irianto Simbolon menegaskan pada 2015-2018 telah dibangun keseluruhan 31 LTSA. Pada 2015, 3 LTSA diresmikan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Jatim, dan NTB. Setahun berikutnya dibangun 6 LTSA di Provinsi Kalbar, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT, Provinsi Kepri, dan Kabupaten Nunukan.

Sepanjang 2017 pemerintah telah meresmikan 13 LTSA di kabupaten Cilacap, Brebes, Pati, Kendal, Tulungagung, Sambas, Loteng, Lobar, Lotim, Sumbawa, Karawang, Sukabumi dan kabupaten Cirebon.

Pada 2018 telah didirikan 9 LTSA di kabupaten Banyumas, Grobogan, Wonosobo, Ponorogo, Banyuwangi, Bima dan Sika. Sebanyak 2 LTSA yang diupgrade adalah LTSA kabupaten Indramayu dan Subang.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari DPRD Kabupaten Bima, Plt. Kepala BP3TKI Mataram, Kepala OPD Lingkup Kabupaten Bima, Ketua APKASI, Ketua HIPTEK Kabupaten Bima.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini