nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melanggar Aturan Tahanan Rumah di Antaranya Menelepon, Putri Eks Presiden Uzbekistan di Penjara

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 22:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 06 18 2026821 melanggar-aturan-tahanan-rumah-di-antaranya-menelepon-putri-eks-presiden-uzbekistan-di-penjara-pdGDr9AVR5.jpg Gulnara Karimova memiliki bisnis perhiasan dan single lagu pop. Foto/Reuters


Putri mantan Presiden Uzbekistan, Islam Karimov dikirim ke penjara karena diduga melanggar ketentuan tahanan rumah lima tahun.

Mengutip BBC, Rabu (6/3/201) Gulnara Karimova berulang kali menelepon, menggunakan internet dan meninggalkan apartemennya. Padahal itu salah satu aturan yang tidak boleh dilanggar ketika dirinya menjadi tahanan rumah.

Pada 2017 Karimova dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas kasus penipuan dan pencucian uang tetapi telah diringankan tahun lalu menjadi tahanan rumah.

Karimova pernah menjadi diplomat dan penyanyi pop. Ia diperkirakan akan menggantikan ayahnya. Karimova tinggal di apartemen bersama putrinya di ibukota Uzbekistan, Tashkent.

Pengacaranya asal Swiss, Gregoire Mangeat, mengatakan di Twitter bahwa kliennya dipindahkan secara paksa dari apartemen pada Selasa sore dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.

"Kami, membela, mencela prosedur yang sewenang-wenang ini," kata Mangeat.

Gambar diposting di Instagram Stories oleh putri Karimova menunjukkan seorang perempuan dengan jubah baju dan sandal merah muda diseret keluar dari apartemen oleh dua pria.

Foto/BBC

Mangeat juga memposting foto itu secara online, mengatakan bahwa kliennya telah dibawa ke tempat yang tidak dikenal.

Pada Selasa, pengadilan Tashkent memutuskan bahwa Karimova harus menjalani sisa masa hukumannya di penjara, kata jaksa penuntut dalam sebuah pernyataan.

Mereka menuduh bahwa Karimova telah menggunakan internet meninggalkan apartemennya dan gagal membayar ganti rugi kepada negara.

Karimova pernah menjadi tokoh terkemuka dalam politik Uzbek yang memegang jabatan duta besar untuk Spanyol dan perwakilan permanen untuk PBB di Jenewa, dan diperkirakan akan menggantikan ayahnya, Islam Karimov, sebagai presiden.

Dia juga memiliki bisni perhiasan, menjalankan program televisi hiburan dan merilis single pop dengan nama panggung Googoosha.

Namun dia dilaporkan berselisih dengan ayah dan keluarganya pada 2014 dan tak lama setelah itu, dia ditahan oleh pasukan keamanan.

Karimova kemudian tidak terlihat lagi di publik selama bertahun-tahun. Ketika ayahnya, seorang pemimpin otoriter yang menjalankan Uzbekistan selama 27 tahun, meninggal pada September 2016, dia tidak menghadiri pemakaman.

Jaksa menuduhnya sebagai bagian dari kelompok kriminal yang mengendalikan aset lebih dari US$1 miliar di 12 negara, termasuk Inggris, Rusia dan Uni Emirat Arab.

Perdana menteri saat itu Shavkat Mirziyoyev mengambil alih sebagai presiden setelah kematian Islam Karimov pada 2016.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini