Tindak Keras Kelompok Militan, Pakistan Ambil Alih Ratusan Madrasah di Seluruh Negeri

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 08 Maret 2019 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 08 18 2027299 tindak-keras-kelompok-militan-pakistan-ambil-alih-ratusan-madrasah-di-seluruh-negeri-8Ofe5Ht8Dm.jpg Foto: Reuters.

ISLAMABAD – Pemerintah Pakistan pada Kamis meningkatkan upayanya dalam menindak militan Islamis dengan mengumumkan pengambilalihan 182 sekolah keagamaan dan menahan lebih dari 100 orang. Ini merupakan tindakan terbesar dan terkeras yang pernah dilakukan Pakistan terhadap organisasi-organisasi terlarang, termasuk organisasi kesejahteraan Islam yang disebut sebagai kedok bagi aktivitas militan Islamis.

Pakistan tengah menghadapi tekanan dari kekuatan global untuk bertindak terhadap kelompok-kelompok yang melakukan serangan di India, termasuk Jaish-e-Mohammed (JeM), yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan 14 Februari yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter India.

BACA JUGA: Isyaratkan Ingin Berdamai, Pakistan Akan Kembalikan Pilot India yang Ditangkap

Serangan tersebut meningkatkan ketegangan antara kedua negara dan menyebabkan rangkaian serangan udara dari kedua belah pihak yang dikhawatirkan akan pecah menjadi perang.

Para pejabat Pakistan mengatakan tindakan keras itu adalah bagian dari upaya yang telah lama direncanakan dan bukan sebagai tanggapan terhadap kemarahan India. Bulan lalu, New Delhi menyebut Islamabad telah gagal mengendalikan kelompok-kelompok militan yang beroperasi di wilayahnya.

Kementerian dalam negeri mengatakan lembaga penegak hukum telah menahan 121 orang "penahanan preventif" sebagai bagian dari tindakan keras yang dimulai pekan ini.

"Pemerintah provinsi telah mengambil kendali manajemen dan administrasi 182 seminari (madaris)", kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Jumat (8/3/2019). Madaris merujuk pada sekolah-sekolah keagamaan.

Tindakan yang diambil terhadap madrasah adalah masalah sensitif di Pakistan yang memiliki kaum Muslim yang sangat konservatif. Sekolah-sekolah keagamaan di Pakistan sering disalahkan karena radikalisasi, tetapi merupakan satu-satunya sarana pendidikan yang tersedia bagi jutaan anak-anak miskin di negara itu.

Kementerian dalam negeri mengatakan lembaga-lembaga lain dari berbagai kelompok juga telah diambil alih, termasuk 34 sekolah atau perguruan tinggi, 163 apotik, 184 ambulans, lima rumah sakit dan delapan kantor organisasi terlarang.

Banyak kelompok-kelompok terlarang, termasuk JeM, yang mengelola madrasah di Pakistan dan menjadikannya sebagai tempat merekrut para militannya.

Kelompok lainnya adalah Jamaat-ud-Dawa (JuD), yang mengoperasikan rumah sakit dan armada ambulans selain mengelola 300 madrasah di seluruh negeri.

JuD menyebut dirinya sebagai organisasi amal kemanusiaan tetapi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkannya sebagai "organisasi teroris asing" dan menyebutnya sebagai front untuk Lashkar-e-Taiba (LET), sebuah kelompok yang berbasis di Pakistan yang dituduh mengatur serangan di India, termasuk Serangan Mumbai pada 2008 yang menewaskan 166 orang.

BACA JUGA: Foto Satelit Tunjukkan Gedung Madrasah Masih Berdiri di Lokasi Serangan Udara India

Pemerintah Pakistan menyatakan JuD sebagai organisasi terlarang pekan ini, menimbulkan reaksi dari organisasi kemanusiaan tersebut.

"Seluruh negeri bertanya bahwa pesan apa yang ingin dikirim oleh pemerintah dengan menyegel organisasi kesejahteraan dan mengusir siswa," kata Juru Bicara JuD Yahya Mujahid.

Pakistan telah lama menggunakan kelompok-kelompok Islam untuk mengejar tujuannya di kawasan tersebut> Tetapi Islamabad telah membantah tuduhan New Delhi bahwa mereka secara aktif mendukung gerilyawan yang memerangi pasukan India di bagian Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim di India.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini