nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

268 WNA di Tangsel Punya Suket dan KTP Elektronik

Hambali, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 22:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 338 2027640 268-wna-di-tangsel-punya-suket-dan-ktp-elekktronik-FjkinByU4N.jpg Kantor Disdukcapil Tangsel (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Sebanyak 268 warga negara asing (WNA) yang tinggal di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat memiliki KTP elektronik (KTP-el) dan surat keterangan (suket). Mereka didominasi oleh WNA asal Amerika Serikat (AS), Jerman, Inggris, dan Belanda.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel Dedi Budiawan mengungkapkan, dari jumlah WNA itu, sebanyak 48 orang telah memiliki KTP-el, sedangkan sisanya 220 orang memiliki suket.

"Sejak bulan Februari tahun 2016, 48 WNA memiliki KTP-el Tangerang Selatan, dan lainnya dengan suket," kata Dedi kepada Okezone, Jumat (8/3/2019).

Ia menjelaskan, 220 suket yang diperuntukkan bagi WNA itu merupakan identitas resmi pengganti KTP-el khusus untuk WNA yang berdomisili di Kota Tangsel.

"Suket ini sebagai pengganti KTP-el, tentunya dengan masa berlaku yang ditentukan," ujar Dedi.

(Baca Juga: Soal E-KTP WNA, Kemendagri: Banyak Warga Asing Belum Terdata)

Menurut dia, seluruh WNA yang beridentitas KTP-el dan suket itu umumnya bekerja sebagai tenaga pendidik atau pengajar di sejumlah sekolah favorit di Kota Tangsel.

"Umumnya bekerja sebagai tenaga kerja guru di sekolah-sekolah ternama," lanjut Dedi.

Ia menjelaskan, tidak serta merta Disdukcapil Tangsel menerbitkan KTP-el dan suket bagi 268 WNA tersebut, melainkan ada persyaratan yang harus ditunjukkan, seperti bukti kepemilikan kartu izin tinggal tetap (KITAP).

"Penerbitan ini berdasarkan KITAP yang dikeluarkan oleh Imigrasi yang dimiliki WNA dengan masa berlaku selama lima tahun," tutur Dedi.

Meski begitu, ia memastikan seluruh WNA yang memiliki KTP-el dan suket tetap tidak memiliki hak pilih pada pemilu yang digelar 17 April 2019.

"Meski WNA terdata memiliki KTP-el dan suket, kami telah mengirimkan data kependudukan WNA itu ke KPU Tangsel untuk mengantisipasi agar tidak masuk ke DPT," kata dia. (aky)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini