nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Autopsi Keluar, Polisi Segera Rekonstruksi Tewasnya Taruna ATKP Makassar

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 20:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 11 609 2028632 hasil-autopsi-keluar-polisi-segera-rekonstruksi-tewasnya-taruna-atkp-makassar-FQPL8JQBEx.jpg Aldama Putra (Foto: Ist)

MAKASSAR - Penyidik Polrestabes Makassar akan melakukan rekonstruksi terkait taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar Aldama Putra yang tewas dianiaya seniornya. Rekonstruksi dilakukan setelah polisi menerima hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, hasil autopsi telah diterima dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Selanjutnya, menunggu koordinasi dengan pihak kampus untuk dilakukan rekonstruksi.

"Autopsi sudah kami terima kemarin, Sabtu pagi kita terima sudah kita pelajari. Jadi, kesimpulan hasil autopsi bahwa korban ini penyebab kematiannya adalah akibat terhentinya saluran pernapasan akibat benda tumpul," kata Indratmoko kepada Okezone saat ditemui, Senin (11/3/2109)

(Baca Juga: Taruna ATKP Makassar Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Pelaku dan Kampusnya Disanksi

Ia menjelaskan, dampak kekerasan akibat pukulan benda tumpul bermacam-macam. Sebab itu, nanti akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan rekonstruksi.

"Kita cocokkan dengan saksi-saksi dan nanti kita rencana akan melaksanakan rekonstruksi. Dari situ, baru kita akan tahu menit-menit detik-per detik terkait kejadian. Jadi, kita upayakan ulang kembali kita cocokkan dengan keterangan saksi-saksi satu sama lain dan juga hasil autopsi yang disampaikan oleh ahli forensik kepada kami," kata Indratmoko

Pelaku

(Baca Juga: Mahasiswa ATKP Makassar Tewas Dianiaya, 1 Orang Seniornya Ditetapkan Tersangka

Indratmoko mengaku akan melakukan rekonstruksi pekan ini, hanya saja hasil koordinasi dengan pihak kampus menyatakan masih libur. "Rencana kemarin kita akan lakukan autopsi rekonstruksi Minggu ini. Cuma kami koordinasi ternyata di sana kondisinya sedang libur. Jadi. mungkin kita akan komunikasi lagi lebih lanjut terkait waktu kapan kita dalam rekintruksi dan memerlukan saksi-saksi dari teman-teman korban maupun perangkat di sekolah tersebut kita libatkan dalam rekonstruksi," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini