WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan segera menarik semua personel diplomatiknya yang masih berada di Venezuela karena situasi yang bertambah buruk. Departemen Luar Negeri menyebut keberadaan para staf diplomatiknya di kedutaan sebagai sebuah kendala bagi kebijakan Washington.
Diwartakan RT, Selasa (12/3/2019), keputusan untuk menarik staf diplomatik yang tersisa itu diumumkan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada Senin. Sebagian besar staf diplomatik AS yang bertugas di Caracas telah ditarik pulang pada Januari menyusul pernyataan dukungan AS terhadap pemimpin oposisi, Juan Guaido.
BACA JUGA: Setengah Wilayah Venezuela Mati Lampu, Presiden Maduro Tuding Ada Sabotase
Pada Senin, Maduro mengatakan bahwa otoritas Venezuela telah menangkap dua penyabot atas tuduhan merusak sistem komunikasi di bendungan Guri, yang menyuplai sebagian besar listrik di negara itu. Dia menyalahkan AS atas sabotase tersebut dan menyebutnya sebagai "kudeta kriminal listrik" yang merupakan sebuah "pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia."
The U.S. will withdraw all remaining personnel from @usembassyve this week. This decision reflects the deteriorating situation in #Venezuela as well as the conclusion that the presence of U.S. diplomatic staff at the embassy has become a constraint on U.S. policy.
— Secretary Pompeo (@SecPompeo) March 12, 2019
Washington mengatakan bahwa pemadaman listrik itu terjadi akibat “pengabaian selama bertahun-tahun” dan menyalahkan Pemerintahan Maduro yang dituding telah melakukan “kesalahan manajemen dan keserakahan”. Pompeo membantah tuduhan bahwa AS bertanggungjawab atas pemadaman listrik tersebut dan menekankan bahwa Washington "hanya tertarik pada kesejahteraan rakyat Venezuela."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.