nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Gebrakan PLN Hadapi Revolusi Industri 4.0

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 15:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 13 1 2029399 ini-gebrakan-pln-hadapi-revolusi-industri-4-0-uhWWuPC770.jpg M. Ali saat menjadi pembicara di acara HUT Okezone (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - PT PLN (Persero) melakukan inovasi dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0, salah satunya dengan meluncurkan aplikasi PLN Mobile untuk melayani pelanggan. Dengan aplikasi ini, proses pelayanan akan lebih mudah dan cepat.

"Beberapa tahun lalu, orang PLN berpendapat, kalau pelanggan tidak datang ke PLN, enggak akan dapat listrik. Tapi sekarang ada PLN Mobile. Ini bagian dari inovasi menghadapi industri 4.0," kata Direktur Human Capital Management PLN, Muhammad Ali saat menjadi pembicara di HUT Okezone ke-12 di Gedung INews, Jakarta.

PLN Mobile memang punya banyak keunggulan. Di antaranya, pelanggan tak perlu repot-repot datang ke kantor PLN bila terjadi gangguan jaringan. Atau bila ingin menambah daya listrik di rumah, tinggal memakai aplikasi tersebut. Pelenggan juga dapat mengecek tagihan lewat aplikasi ini.

Ali memastikan, tindaklanjut atas keluhan maupun permintaan tambah daya yang masuk ke PLN lewat aplikasi, dipastikan mendapat respon cepat dari petugas PLN. "Kami jamin, begitu (keluhan) masuk kesitu (aplikasi), 30 menit kemudian petugas PLN datang. Demikian pula untuk sambung baru tambah daya," ujar Ali.

Selain aplikasi, PLN punya inovasi lain menghadapi era revolusi industri 4.0. Perusahaan pelat merah itu menerapkan sistem pembangikit listrik tenaga surya (rooftop panel surya). Sistem yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) itu tak hanya menguntungkan PLN, tapi juga masyarakat. Ini karena, masyarakat bisa menjual daya yang tersimpan di rooftop panel surya ke PLN.

"Kalau hari ini pelanggan PLN hanya menggunakan dan belum bisa menjual listriknya ke PLN, ke depan pelanggan PLN bisa sekaligus memproduksi listrik. Itu dengan rooftop panel surya. Jadi apabila daya yang dihasilan alatnya berlebih, bisa dijual ke PLN," ujarnya.

PLN

Realisasi sistem rooftop panel surya memang tak bisa semerta-merta diterapkan, karena diperlukan meteran khusus untuk membaca daya yang masuk dan keluar. Menurut Ali, proses penggantian meteran sedang dilakukan pihaknya.

"Hari ini, kami dalam proses mengganti meter-reading tersebut," terang Ali.

HUT Okezone ke-12 di Gedung INews Center, Jakarta Pusat, berlangsung meriah. Dalam event itu, digelar diskusi bertajuk "Kolaborasi Untuk Negeri: Revolusi Industri 4.0 Menuju Society 5.0 dan IOT". Selain Muhammad Ali, banyak narasumber lain baik dari kementerian, lembaga, perusahaan, juga pakar di bidang teknologi.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini