Sedangkan untuk penyediaan layanan transportasi masih tahap penerimaan pendaftaran dari perusahaan transportasi untuk pelayanan angkutan antarkota dan salawat. Sebab, berbeda dengan akomodasi dan katering, tim transportasi baru tiba dan bertugas di Arab Saudi beberapa hari ini.
"Angkutan antarkota direncanakan enam rute perjalanan, yaitu Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azizi (AMAA) ke Hotel di Madinah, dari Madinah ke Makkah, dari Makkah ke King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, dari KAAIA Jeddah ke hotel di Makkah, dari Makkah ke Madinah, serta dari Madinah ke Bandara AMAA. Dengan rute itu akan dijalankan total 14.409 trip yang akan dikelola oleh Naqabah (organisasi asosiasi perusahaan angkutan) dan syarikah atau perusahaan," ucapnya.
"Untuk layanan salawat (shuttle bus ke Masjidil Haram Makkah) direncanakan akan menggunakan 395 bus selama beroperasi," sambungnya.
Panja BPIH Komisi VIII DPR RI mengapresiasi perkembangan dan terobosan penyiapan layanan jamaah di Arab Saudi. Mereka menyambut baik rencana penerapan zonasi penempatan jamaah, termasuk kebijakan agar bahan baku katering didatangkan dari Indonesia. Apalagi, penempatan jamaah haji di tenda-tenda Armina tahun ini juga akan diatur sendiri oleh petugas haji Indonesia, bukan oleh Maktab.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.