nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Digaji & Disekap di Arab Saudi, TKW Asal Cirebon Minta Dipulangkan

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 16:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 13 525 2029494 tak-digaji-disekap-di-arab-saudi-tkw-asal-cirebon-minta-dipulangkan-Ssy3HOeg3M.jpg Suami Turini Fatmah, Samsudin saat memegang fotonya (foto: Fathur/Okezone)

CIREBON - Rasa rindu yang teramat nampak terlihat dari sorot mata Diah Ardikasari (28). Ia mengaku khawatir, karena sang ibu Turini Fatmah (44) tak kunjung pulang, semenjak berangkat sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesi) ke Arab Saudi pada tahun 1998 silam.

"Berangkat dari 1998, sampai sekarang belum pulang," ujarnya, saat ditemui Okezone, di rumahnya, di Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/3/2019).

Wanita yang kerap disapa Diah tersebut menjelaskan, sejak tahun 1998 sampai tahun 2012, sang ibu Turini masih menjalin komunikasi dengan keluarga menggunakan surat. Namun, setelah itu komunikasi terputus.

"Sebelumnya komunikasi lancar sampai tahun 2012. Setelah itu komunikasi terputus," kata Diah.

Diah juga mengungkapkan, setelah 7 tahun putus komunikasi dengan sang ibu, baru pada 8 Maret 2019 lalu, salah seorang teman Turini yang berkebangsaan Filipina menghubungi Diah menggunakan Facebook.

"Saya sempat kirim surat tapi dibalikin lagi. Kemarin tanggal 8 Maret kita komunikasi lagi," imbuhnya.

 SD

Setelah melakukan komunikasi lewat Facebook, Diah akhrinya mendapat informasi mengenai kondisi sang ibu. Ibunya disekap di sebuah gudang, serta harus bekerja dengan waktu istirahat hanya dua jam dalam sehari. Bahkan, Diah mengaku, kalau Turini tidak diberi gaji sama sekali.

"Sudah dua majikan, ibu sudah mengalami tindakan seperti itu. Pas ditanya ada kekerasan fisik, ibu belum jawab. Mungkin, karena diawasi sangat ketat. Dari pertama pas tahun 1998 sampai sekarang, ibu baru digaji hanya Rp20 juta," tambahnya.

Sementara itu, ayah Diah sekaligus suami Turini bernama Samsudin (49) mengatakan, jika keluarga sudah mencoba melapor ke BNP2TKI dan pihak lainnya. Namun, karena data yang dimiliki masih kurang, laporan tersebut tak kunjung ditanggapi.

Samsudin sendiri mengaku sangat khwatir dengan kondisi yang menimpa istrinya. Ia berharap agar ada bantuan dari Pemerintah, supaya Turini istrinya bisa dipulangkan ke tanah air.

"Saya sangat khawatir dengan kondisi istri saya. Saya hanya berharap istri saya secepatnya bisa dipulangkan," tandasnya.

(wal)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini