MAKKAH - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah melarang empat biro travel Umrah untuk beroperasi karena sejumlah peziarah yang mereka tangani terlalu menetap setelah melakukan ritual keagamaan.
Pemerintah Arab Saudi meminta para perusahaan itu untuk mencari jamaah haji yang sudah melaksanakan ibadah umrah dan memastikan mereka meninggalkan negara kerajaan itu.
CEO Komite Nasional untuk Haji dan Umrah Mohammed bin Badi, mengkritik keputusan pemerintah dan mengatakan seharusnya mereka meminta perusahaan untuk melaporkan jamaah haji yang masih menetap.
Dia mengatakan mencari para jamaah haji yang melewati batas tinggal bukan tanggung jawab perusahaan Haji dan Umrah tetapi pekerjaan lembaga pemerintah seperti keimigrasian.
Baca: Untuk Pertama Kalinya, Warga Arab Saudi Rayakan Valentine Secara Terbuka
Badi mengatakan bahwa kementerian meminta perusahaan untuk memberikan salinan paspor jamaah melewati izin tinggal dengan cap masuk dan mencari mereka di pusat penahanan di Al-Shumaisi.