nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jamaah Melewati Batas Tinggal, Arab Saudi Larang 4 Biro Travel Umrah Beroperasi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 13:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 14 18 2029868 jamaah-melewati-batas-tinggal-arab-saudi-larang-4-biro-travel-umrah-beroperasi-gDX3nqkRxn.jpg Kabah. Foto/Reuters

MAKKAH - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah melarang empat biro travel Umrah untuk beroperasi karena sejumlah peziarah yang mereka tangani terlalu menetap setelah melakukan ritual keagamaan.

Pemerintah Arab Saudi meminta para perusahaan itu untuk mencari jamaah haji yang sudah melaksanakan ibadah umrah dan memastikan mereka meninggalkan negara kerajaan itu.

CEO Komite Nasional untuk Haji dan Umrah Mohammed bin Badi, mengkritik keputusan pemerintah dan mengatakan seharusnya mereka meminta perusahaan untuk melaporkan jamaah haji yang masih menetap.

Dia mengatakan mencari para jamaah haji yang melewati batas tinggal bukan tanggung jawab perusahaan Haji dan Umrah tetapi pekerjaan lembaga pemerintah seperti keimigrasian.

BacaUntuk Pertama Kalinya, Warga Arab Saudi Rayakan Valentine Secara Terbuka

Badi mengatakan bahwa kementerian meminta perusahaan untuk memberikan salinan paspor jamaah melewati izin tinggal dengan cap masuk dan mencari mereka di pusat penahanan di Al-Shumaisi.

"Perusahaan-perusahaan tidak diizinkan untuk menyimpan paspor para jamaah, jadi bagaimana kementerian dapat meminta mereka untuk menunjukkan copes dari paspor yang distempel itu," katanya mengutip Saudi Gazette, Kamis (14/3/2019).

Badi mengatakan bahwa kementerian biasanya akan menyelidiki perusahaan haji atau umrah ketika tingkat jamaah haji yang mereka kelola melampaui batas mencapai 1 persen.

Dia ingat bahwa tahun lalu kementerian menghentikan 11 perusahaan Umrah. Dia mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tidak bisa bertanggung jawab jika ada jamaah haji mereka yang memutuskan untuk tinggal lebih lama.

"Mengapa kementerian membuat perusahaan bertanggung jawab atas keterlambatan oleh peziarah?" Katanya, menambahkan bahwa itu adalah tanggung jawab imigrasi untuk mencari dan mendeportasi jamaah.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini