nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Diadili, Bupati Pakpak Bharat Dipindah ke Rutan Polrestabes Medan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 17:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 14 337 2030029 jelang-diadili-bupati-pakpak-bharat-dipindah-ke-rutan-polrestabes-medan-GT1z0OhY0B.JPG Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Bupati non-aktif Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu segera disidang terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek infrastruktur di daerahnya. KPK sendiri telah merampungkan dan melimpahkan berkas penyidikan Remigo ke tahap penuntutan.

Selain Remigo, KPK juga telah melimpahkan berkas penyidikan dua tersangka lainnya yakni, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali dan pihak swasta Hendriko Sembiring. Keduanya juga akan segera disidang di Pengadilan Negeri Medan.

"Rencana persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Medan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Untuk memudahkan jalannya persidangan, KPK memindahkan tiga tersangka tersebut ke Rumah Tahanan (Rutan) daerah Medan, Sumatera Utara. KPK menitipkan Remigo ke Rutan Polrestabes Medan. Sedangkan David Anderson dan Hendriko Sembiring dipindah ke Rutan Tanjung Gusta Medan.

"Para tahanan telah sampai di Rutan pada sore hari di Medan, Sumatera Utara," sambung Febri.

Ilustrasi Korupsi

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka penerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat. Ketiganya yakni, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu (RYB); Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK); dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dari sejumlah proyek di wilayahnya. Uang Rp550 juta tersebut diterima Remigo dalam tiga ‚Äétahapan melalui pihak perantara. David Anderson dan Hendriko Sembiring diduga sebagai perantara suap untuk Remigo.

Remigo diduga menggunakan uang suapnya untuk kepentingan pribadi serta guna mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum lain di Medan. KPK masih mengembangkan perkara ini terhadap pihak-pihak yang diduga memberikan suap untuk Bupati Pakpak Bharat.

Atas perbuatannya, Remigo, David, Hendriko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini