nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ember Berisi Limbah Radioaktif di Tempat Sampah Kota Picu Kepanikan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 14:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 16 18 2030847 ember-berisi-limbah-radioaktif-di-tempat-sampah-kota-picu-kepanikan-VnkIj5jixt.jpg Foto: Reuters.

MINSK - Regu penanganan material berbahaya diterjunkan setelah sebuah ember besar berisi limbah radioaktif ditemukan di dekat sebuah tempat sampah di Minsk, Belarusia. Material yang jelas-jelas memiliki tanda radioaktif itu tampaknya tidak menghalangi seorang perempuan lokal membawanya dan membuangnya begitu saja seperti sampah.

Sebuah ember dengan kaleng yang terbuat dari gelas dan plastik serta tanda peringatan radioaktivitas ditemukan oleh seorang pekerja layanan masyarakat di Minsk pada Kamis. Ember itu ditempatkan di dekat tong sampah di tempat pembuangan sampah di distrik perumahan.

Petugas kebersihan yang waspada itu segera memberi tahu layanan darurat, yang kemudian mengirim unit material berbahaya untuk memeriksa paparan radiasi. Begitu tim tiba di lokasi, mereka menemukan bahwa tingkat radiasi dalam jarak satu meter ember adalah empat kali lebih tinggi dari biasanya.

Namun, ketika mereka bergerak dua meter dari benda berbahaya itu, radiasi kembali ke tingkat latar belakang normal lagi. Demikian diwartakan RT, Sabtu (16/3/2019).

Ember berisi bahan kimia itu telah diambil dari tempat sampah dan dibawa ke fasilitas penelitian nuklir untuk pengujian.

Total lima kontainer ditemukan di dalam ember tersebut, masing-masing berbobot 1kilogram. Semuanya digunakan untuk menyimpan berbagai jenis limbah uranium, termasuk uranil klorida, uranil nitrat, uranil sulfat, dan uranium trioksida, zat yang sangat beracun.

Polisi meluncurkan penyelidikan tentang bagaimana limbah radioaktif berakhir di tempat pembuangan sampah.

Ternyata, bahan-bahan kimia tersebut telah dibuang oleh seorang wanita lokal selama pembersihan rutin apartemen milik almarhum neneknya, seorang profesor kimia setempat. almarhum tampaknya tidak memberikan pengetahuan mengenai ilmu kimia kepada cucunya. Sang cucu hanya membawa limbah itu ke tempat sampah tanpa berpikir dua kali.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini