nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Ditetapkan Tersangka, Romi Langsung Dijebloskan ke Penjara

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 14:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 16 337 2030836 usai-ditetapkan-tersangka-romi-langsung-dijebloskan-ke-penjara-FCYxh4VKGH.jpg Ketum PPP Romahurmuzoy (Romi) kenakan rompi tahanan KPK. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy (Romi) langsung dijebloskan ke penjara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

KPK resmi menahan Romi di Rutan belakang Gedung Merah Putih. Tak hanya Romi, KPK juga menahan dua tersangka lainnya, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

Terhadap Haris Hasanuddin, KPK menahananya di Rutan Kantor KPK Kavling C1, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sementara, Muafaq dititipkan oleh KPK di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

"Terhadap tiga orang tersangka dilakukan penahanan 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Jubir Febri Diansyah saat konpers terkait OTT Ketum PP Romahurmuziy (Romi). (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

Sebelumnya, KPK telah menetapkan, Ketum PPP, M Romahurmuziy sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya, yaitu Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Haris Hasanuddin.‎ Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, ‎Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Kemudian, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. Sebab, Haris diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Ketum PPP Romahurmuziy. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

Pada 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.

(Baca Juga : Kena OTT KPK, Romi: Saya Dijebak)

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Romi disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi suap, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terhadap Muafaq, KPK mengenakan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca Juga : Kena OTT, Romi Pesan ke Kader PPP Jangan Kendurkan Perjuangan Jelang Pemilu)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini