nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelabuhan Tanjung Perak Dilengkapi Peralatan Bongkar Buat Produktivitas Tinggi

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 16 519 2030814 pelabuhan-tanjung-perak-dilengkapi-peralatan-bongkar-buat-produktivitas-tinggi-vHWr8EufHu.jpg

SURABAYA - Kondisi Pelabuhan Tanjung Perak kini, dari sisi infrastruktur, suprastruktur, hingga SDM sudah jauh lebih baik. Semua terminal di pelabuhan kebanggaan warga Surabaya tersebut sudah dilengkapi dengan peralatan bongkar muat dengan produktivitas tinggi.

Di antaranya yaitu derek raksasa seperti container crane (CC), rubber tyred gantry (RTG), harbour mobile crane (HMC), dan peralatan bongkar muat lainnya. Tidak hanya peralatan modern, di area Pelabuhan Tanjung Perak sekarang juga memiliki fasilitas container yard (CY) untuk lokasi penumpukkan peti kemas yang sangat cukup untuk mendukung bisnis logistik para pengguna jasa dengan area distribusi ke Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Gudang-gudang peninggalan kolonial juga telah disulap menjadi gudang yang lebih besar dan tentunya sudah dilengkapi peralatan keselamatan," terang Interviewee Asisten Sekretaris Perusahaan (ASP) Hubungan Masyarakat Pelindo III, Wilis Aji Wiranata.

Hanya orang yang berkepentingan yang boleh masuk ke wilayah pelabuhan, dan diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Gedung Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara juga dibangun untuk melayani penumpang kapal laut.

Gedung terminal yang dilengkapi dengan 2 unit garbarata tersebut, juga ditetapkan sebagai standard pelayanan terminal penumpang kapal laut di Indonesia. Pelabuhan Tanjung Perak adalah salah satu gerbang dari Indonesia, yang menjadi kolektor barang dan distribusi dari dan ke Indonesia Timur termasuk Jawa Timur.

"Karena posisinya yang strategis dan adanya sekitarnya pedalaman menguntungkan, pelabuhan Tanjung Perak merupakan pusat pelayaran antar pulau untuk Indonesia Timur," ungkap Wilis Aji.

Sebelumnya kapal laut melakukan kegiatan bongkar muat di Selat Madura, dan kemudian freighted muatan dengan cara tongkang dan perahu ke Jembatan Merah (port pertama pada waktu itu) yang berada di sepanjang Sungai Kalimas, di jantung kota Surabaya.

Karena peningkatan perdagangan, kargo dan transportasi lalu lintas, fasilitas yang tersedia di Pelabuhan tidak memadai. Oleh karena itu pada tahun 1875 Ir. W. de Jonght berencana membangun Pelabuhan Tanjung Perak sehingga kegiatan bongkar muat dapat dilakukan secara langsung tanpa menggunakan tongkang dan perahu. Namun rencana ini ditolak karena membutuhkan banyak dana.

Selama abad ke-19 pembangunan pelabuhan tidak dapat ditemukan, sementara trafik transportasi kargo menetap di Jembatan Merah dipertahankan jumlahnya meningkat.

"Rencana pembangunan pelabuhan diperkenalkan oleh ir. W. de Jongth diabaikan. Dalam sepuluh tahun pertama Ir-20. W.B. Van Goor membuat rencana yang lebih realistis, yang semua kapal laut mungkin bergerak lebih dekat ke dermaga (berthing)," paparnya.

Dua ahli yang diharapkan datang dari Belanda yaitu Prof DR Kraus dan G.J. de jong dan memberikan proposal perencanaan pembangunan pelabuhan Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah tahun 1910 pembangunan fisik Pelabuhan Tanjung Perak dimulai dan selama pemenuhan pembangunan pelabuhan permintaan menggunakan lengkap - dibangun dermaga naik jumlahnya.

Finishing konstruksi dermaga memfasilitasi kapal laut untuk melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan mereka. Pelabuhan Kalimas kemudian difungsikan menjadi pelabuhan dengan menyediakan layanan untuk transportasi dan layar tradisional perahu, sementara itu pelabuhan di Jembatan Merah secara bertahap ditinggalkan.

Oleh karena itu, mulai dari saat itu Pelabuhan Tanjung Perak mulai mengambil bagian dalam memberikan kontribusi pembangunan ekonomi dalam skala cukup besar dan memiliki peran penting dalam meningkatkan lalu lintas perdagangan baik di Jawa Timur dan seluruh bagian Indonesia Timur.

Untuk mendukung tugas, pembangunan terminal antar pulau selesai pada tahun 1983 yang dikenal sebagai Mirah Terminal. Untuk kepentingan antar penumpang kapal pulau, ada terminal penumpang yang terletak di Utara wilayah Jamrud. Di samping terminal penumpang, terminal fery dibangun untuk melayani penumpang dengan Surabaya - Madura tujuan pada layanan 24 jam.

Waktu lewat dan Pelabuhan Tanjung Perak telah menunjukkan peran strategis sebagai pelabuhan gerbang nasional. Kemudian terminal kontainer direncanakan untuk membangun dan konstruksi fisiknya selesai pada tahun 1992.

"Kontainer terminal diakui sebagai Terminal Petikemas Surabaya. Mereka menempatkan berbagai fasilitas Pelabuhan Tanjung Perak digerakan terus mendukung perkembangan kota Surabaya dan wilayah sekitar," tukasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini