nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunakan Modus Baru, Ratusan Ribu Benih Lobster Diselundupkan Dalam Baju Anak

Anggun Tifani, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2019 14:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 17 338 2031091 gunakan-modus-baru-ratusan-ribu-benih-lobster-diselundupkan-dalam-baju-anak-S3QnGgcrQc.jpg Foto: Okezone

TANGERANG - Penyelundupan terhadap 125.619 ekor benih lobster berhasil digagalkan oleh Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta I, bersama dengan Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu 16 Maret 2019.

Dengan menggunakan modus baru, penyelundupan tersebut dilakukan dengan cara memasukan lobster ke dalam baju anak yang bertuliskan Lakers yang memiliki lubang dan dimasukkan ke dalam plastik.

Penyelundupan tersebut pun dilakukan dengan modus baru yakni dengan memasukan lobster ke dalam baju anak bertuliskan Lakers. Pada baju itu terdapat lubang, yang kemudian dimasukkan ke dalam plastik.

Penggalan terhadap penyelundulan tersebut, terdekteksi saat, pemeriksaan X-Ray, dimana petugas mencurigai adanya adanya organisme hidup.

"Saat di X-Ray hanya terlihat tumpukan baju, namun setelah diperiksa 3 kali barulah dapat dipastikan ada organisasi hidup di dalamnya," ujar Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu, Dr. Rina.

 s3

Rina mengungkapkan, usai memastikan adanya organisme hidup yang terdeteksi di dalam koper, petugas lantas membuka koper dan ditemukan benih lobster jenis mutiara dan pasir.

"Setelah mengetahui koper tersebut berisi benih lobster, petugas kami pun langsung berkomunikasi dengan pihak maskapai untuk menanyakan status koper tersebut, ternyata memang ada pemiliknya dua orang wanita yaitu ER dan RW," terangnya.

Saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan kepolisian, untuk mencari kedua yang kini telah mereka kantongi identitasnya.

Diduga jumlah pelaku ada dua orang. Nantinya, kedua pelaku terancam Pasal 16 ayat (1) jo Pasal 88 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan jo Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 2004.

"Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp1,5 milyar," tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini