Share

Pernyataan 10 Years Challenge Ma'ruf Amin Lebih Visioner Dibanding Sandiaga Uno

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 17 Maret 2019 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 17 605 2031320 pernyataan-10-years-challenge-ma-ruf-amin-lebih-visioner-dibanding-sandiga-uno-TaAcWAe6Bm.jpg Debat Cawapres KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Jakarta (foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto menyebut bahwa pernyataan 10 Years Challenge (tantangan 10 tahun) di debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) lebih visioner dibandingkan dengan Sandiaga Salahuddin Uno.

"Dengan tampilan debat tersebut rakyat melihat bahwa boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda namun KH Maruf Amin jauh lebih visioner, program kongkret dan menjawab kebutuhan," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Jokowi-Ma'ruf Amin Bakal Perbesar Manfaat Pelayanan Kesehatan

(Baca Juga: Tagar #WapreskuKyai Jadi Trending Topic di Linimasa Twitter) 

Menurut Hasto, dengan dilontarkannya gagasan 10 years challenge yang sempat hangat beberapa waktu lalu di sosial media, membuktikan bahwa kearifan Ma'ruf menjadi daya unggul yang menyebabkan apa yang disampaikan penuh dengan kejujuran dan sebagai saripati suara umat.

"Memerlukan kematangan lahir batin. Kedewasaan alam pikir yang digerakkan oleh suara hati pemimpin," tutur Hasto.

Selain itu, Hasto menilai dalam hal kebudayaan, gagasan Ma'ruf Amin terlihat lebih matang dibandingkan Sandiaga. Salah satu contohnya adalah, soal pemahaman terhadap pentingnya opera house, pemahaman budaya digital.

"Dalam diri Kyai Maruf, nilai-nilai Islami menjadi bingkai kemajuan dan bahasa yang disampaikan pun akrab bagi kalangan anak muda," ucap Hasto.

(BAca Juga: TKN Jokowi-Ma'ruf: Penghapusan UN Adalah Ide yang Absurd) 

Sejauh ini, Hasto mengungkapkan, penampilan Ma'ruf di debat ketiga menujukan bahwa Cawapres Jokowi itu lebih matang dalam pengalaman dan memiliki kebijaksanaan.

"Sebaliknya Sandi tampil dalam kemudaan secara fisik, namun gagal mengelaborasi visi misi," tutur Hasto.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini